oleh

IB HRS Datang, Taipan 9-NAGA Terguncang

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (22/11/2020) | PUKUL 10.17 WIB

Indonesia Dijebak Politik Pecah Belah

Santer beredar kabar, soal Pimpinan ‘real’ tertinggi NKRI yaitu James Riady (Godfather Taipan 9-Naga) perintahkan Luhut Binsar Panjaitan untuk menekan pemerintah Jokowi – Maruf agar tidak ada lagi aroma kebangkitan Islam pasca kembalinya seorang Ulama besar ke Indonesia, Imam Besar, Habib Rizieq Shihab.

Sangat ironis, saat Moment besar peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, justru di sikapi dengan di copotnya dua Kapolda (Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat) yang dianggap memberikan ijin terhadap euphoria Umat Islam tersebut.

Bangsa Indonesia telah masuk dan dijadikan sebagai obyek pelengkap penderita dari strategi politik pecah belah era Penjajahan MSS dan Kelompok Taipan 9-Naga.

Dan tanpa disadari, Militer bersama Polri versus Umat Islam Indonesia, telah menjadi sasaran politik pecah belah (Devide et impera) nya mereka.

HRS Datang, 9-NAGA Terguncang

Kepentingan Taipan 9-Naga terguncang, Kewibawaan Istana pun ikut-ikutan terguncang. Gempa politik lebih dari magnitudo 6,5. Berpotensi tsunami politik. Sibuk menyelamatkan diri dari ‘amukan’ politik akibat salah urus dan salah kelola.

Gelombang besar melawan kedzaliman disertai gemuruh politik dari KAMI sekalipun Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana harus mendekam di penjara. Kini dapat amunisi baru. Sambaran petir dari IB HRS dan Anies Rasyid Baswedan membuat panik istana. Mencari dalih ‘mengkasuskan’ mereka berdua

Berhamburan mencari alibi dan perlindungan. Mula-mula disembrulkan melalui lonte murahan sebagai provokasi dan seorang minoritas kafir yang menyalak-nyalak bagai anjing mau menampar Anies Rasyid Baswedan. Redup dan tidak mempan. Skenario gagal total.

Petinggi militer mengancam. Pengganggu persatuan dan kesatuan bakal disikat. Siapa? Tidak mungkin umat Islam merusak persatuan dan kesatuan. Logikanya sederhana. 90% saham NKRI dimiliki umat Islam. Tanpa ummat Islam NKRI tidak akan ada dan tidak akan pernah ada. Catat dan camkan itu baik-baik!

Yang merusak persatuan dan kesatuan adalah para pengkhianat NKRI yang telah ‘menjual’ dan ‘menggadaikan’ NKRI kepada asing, aseng dan asong. Seharusnya militer dan kepolisian berdiri di garda terdepan bersama rakyat melawan pengkhianat NKRI. Bukan malah mau diadu domba dengan rakyat dan bangsanya sendiri.

Selain itu. Para pengkhianat NKRI adalah orang-orang yang membuka kran impor TKA China komunis masuk dengan mudah ke NKRI. Menjarah kekayaan alam dan kesempatan kerja pribumi dengan tameng proyek strategis.

Tidak itu saja. Mereka yang dengan sengaja diduga melanggar UUD 1945 Pasal 33 dengan mengesahkan UU No 3/2020 tentang Minerba dan Omnibus law UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja serta UU No 1/2020 yang berpotensi melanggar Pasal 23 dan Pasal 27 UUD 1945.

Sekarang yang sedang mereka para pengkhianat NKRI perjuangkan adalah masuknya RUU HIP dalam Prolegnas 2021 yang ditolak oleh mayoritas rakyat dan 4 partai (Golkar, PKS, PKB dan PAN).

Gelombang massa umat Islam bangkit dan bergerak melawan dan menghentikan skenario besar para pengkhianat NKRI yang disupport China komunis dan antek-anteknya.

Upaya kriminalisasi IB HRS dan Anies Rasyid Baswedan melalui kerumunan Petamburan akan memicu gelombang besar yang mengoyangkan istana. Sekali lagi kita berharap militer dan kepolisian jangan mau diadu domba.

Kali ini umat Islam tidak akan tinggal diam. Teriakan hidup mulia atau mati syahid akan menggema seantaro bumi pertiwi. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed