oleh

Pasca Debat Publik Kedua Pilkada Surabaya, Ini Kata Milenial Soal Machfud-Mujiaman

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (19/11/2020) | PUKUL 22.07 WIB

Debat Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya menyisakan banyak komentar.

Ada yang berpendapat, debat sesi kedua ini dikuasai paslon Eri Cahyadi-Armuji, sementara sebagian masyarakat lagi berpendapat debat dimenangkan Machfud Arifin-Mujiaman.

Salah satu masyarakat yang mengeluarkan pendapatnya mengenai hasil debat paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota adalah Ahmad Tufel, Sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar Kota Surabaya.

Sebagai perwakilan milenial, ia memiliki pandangan dan pemikiran tersendiri dari hasil debat yang ditayangkan langsung di televisi swasta.

“Setelah mengamati debat kandidat terlihat bahwa Pak Machfud Arifin dan Mujiaman melakukan pendekatan sesuai dengan apa yang dilihat kondisi obyektif di tengah masyarakat. Saya pikir inilah pemimpin yang diharapkan oleh kaum millenial Surabaya,” katanya kepada potretjatimdaily.com, melalui sambungan telepon selularnya, Rabu (18/11/2020) malam.

Dia menjelaskan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman adalah pemimpin yang bisa melihat secara langsung kondisi di lapangan. Dan tak sekadar hanya duduk di belakang meja membaca angka statistik yang terkadang antara keharusan tak sama dengan adanya.

“Debat kandidat kedua ini kami semakin yakin bahwa birokrasi melayani, birokrasi yang berbelit itu ditangani secara efektif oleh pak Machfud dan Mujiaman,” tegasnya.

Sementara Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, ia menilai kalau mantan Kepala Bappeko ini hanya cocok menjadi kepala dinas, bukan kepala daerah. “Pertanyaan yang disampaikan oleh Pak Eri Cahyadi itu membuktikan bahwa beliau memang cocok menjadi kepala Bappeko,” tuturnya.

Sedang yang dibutuhkan hari ini kata Tufel adalah pemimpin yang bisa melihat kondisi di lapangan dan lalu mengeksekusi itu menjadi sebuah kebijakan. “Pemimpin yang turun di lapangan tak sekadar menyapu jalan dan mengatur lalu lintas. Tapi dia mendengar keluhan rakyat yang lalu dieksekusi menjadi kebijakan,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed