oleh

Ada pejabat percaya Kediri bisa lengserkan Presiden. Cak Firman : Bisa Musyrik tuh !

-All Post-383 views

KOTA BATU – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (18/02/2020) | PUKUL 20.45 WIB

Bendahara Umum IKA PMII Jatim Firman Syah Ali angkat bicara terkait viralnya berita “Kediri wingit”. Menurut Firman Syah Ali orang-orang berilmu tidak usah ikut-ikutan percaya dengan takhayul seperti itu, karena kepercayaan itu berpotensi membuat kita tergelincir ke lembah kemusyrikan.

“Kita jangan pernah sekutukan Allah dengan Raja Joyoboyo. Mitos Raja Joyoboyo tidak berkenan kotanya didatangi oleh Presiden Indonesia itu konyol, irasional, lucu” ujar Keponakan Menkopolhukam Mahfud MD ini.

Pengurus Harian LP Ma’arif NU Jawa Timur ini melanjutkan bahwa bangsa indonesia saat ini sedang bergerak cepat dan serentak menuju Indonesia Emas 2045, hendaknya jangan diganggu dengan mitos-mitos tak jelas.

“roda kemajuan bangsa jangan diputar mundur, pejabat sebaiknya bangun motivasi bukan malah mengemukakan pendapat yang kontraproduktif” pungkas Koordinator Sahabat Mahfud MD Jawa Timur ini di sela-sela kegiatannya di Hotel Royal Orchid Batu.

Beberapa waktu lalu Sekretaris Kabinet (Setneg) RI Pramono Anung memberikan sambutan dalam acara peresmian rusunawa Ponpes (Pondok Pesantren) Hidsyatul Mubtadien Lirboyo, Kediri.

Dalam sambutan tersebut Pramono ungkapkan dia termasuk orang yang melarang Presiden Joko Widodo untuk melakukan kunjungan ke Kediri. “Ngapunten kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri,” ungkap Pramono yang disambut tawa dari para undangan, Sabtu (15/2/2020).

Pernyataan Pramono tersebut bukannya tak berdasar. Hal itu berdasarkan cerita dan kejadian langsung. Pramono mencontohkan kejadian nyata yang dialami oleh Presiden keempat KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang sempat berkunjung ke Kediri. Namun setelah itu ada tragedi pelengseran Gus Dur dari kursi Presiden RI.

“Saya masih ingat karena percaya atau tidak percaya, Gus Dur setelah berkunjung ke Lirboyo tidak begitu lama gonjang-ganjing di Jakarta. Kalau Pak Wapres tidak apa-apa. Namun kalau untuk menteri, nanti kalau ada acara-acara Musyawarah Himpunan Santri Lirboyo keempat nanti tinggal memilih siapa menteri yang ingin didatangkan. Tinggal hubungi saya,” tambah Pramono saat itu. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed