oleh

Andreas Widodo : Tiga Alasan Ngamuknya Banteng Ketaton

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (15/11/2020) | PUKUL 09.07 WIB

Bertempat di depan posko seratus PDI Perjuangan, Jalan Pandigiling, Kota Surabaya, Jum’at (13/11/2020), deklarasi pendukungan Banteng Ketaton Surabaya itu, sukses digelar.

Dalam acara yang dipimpin langsung oleh senior pendiri PDI Perjuangan Surabaya, Mat Moechtar, Banteng Ketaton telah mengguncang pilkada surabaya 2020 dengan mendukung Pasangan calon Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno.

Turut pula hadir dalam acara deklarasi itu, Calon walikota Surabaya, Machfud Arifin, Aktivis Nasional, Eunike Amy, dan eks relawan banteng megawati 1997, Andreas Widodo.

Di kesempatan ini, Sebagai bentuk pendukungan, secara simbolis ditandai dengan pemasangan kerudung warna pelangi bergambar pasangan MAJU oleh Mat Moechtar.

Dalam kata sambutannya, Mat Moechtar mengatakan, ”Kemenangan (pasangan) 02 adalah kemenangan Wisnu Sakti Buana, mari kawan-kawan banteng yang terluka dan pernah menjadi anak didik Pak.Tjip dan yang pernah di bantu Pak.Tjip kita bersatu mendukung dan memenangkan Machfud Arifin Mujiaman untuk Walikota Surabaya tanggal 9 Desember coblos nomer dua, ”tegasnya.

Selanjutnya Machfud Arifin bersama Jagad Hariseno, kakak tertua Wisnu Sakti Buana yang saat ini menjabat sebagai wakil walikota Surabaya itu, dengan didampingi Andreas Widodo berziarah ke makam mantan sekjen PDI Perjuangan Ir.Soetjipto Soejono di TPU Keputih Sukolilo Surabaya.

Ditanya soal pendukungan paslon di Pilkada Surabaya, Jagad Hariseno, menyatakan, “Kami keluarga besar almarhum Pak.Tjip mendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Jadi, Kandang banteng sudah ambruk dan banteng-banteng ketaton (terluka) merapat ke paslon nomer dua, pasangan Machfud Arifin Mujiaman, “ujarnya.

Sementara itu, kepada awak media potretjatimdaily.com, Andreas Widodo yang akrab disapa Romo Andreas itu, menururkan bahwa ada tiga point yang ingin disampaikannya terkait Banteng Ketaton Surabaya ini.

“Pertama, Banteng Ketaton adalah barisan untuk melawan oligarki politik yang sedang di bentuk oleh Risma. Kedua, Menyelamatkan barisan nasionalis merah (PDI Perjuangan). Dan ketiga, Menegakan sejarah perjuangan banteng- banteng merah surabaya yang ingin di hapus oleh Risma”, ungkapnya.

Terakhir, Andreas Widodo bersama Pasukan Banteng meyakinkan akan tegak lurus satu komando tidak takut kepada siapapun yang datang untuk meredam situasi panas dalam pilwali kota surabaya 2020 kali ini.

”Jadi, Saya dan kawan-kawan sudah sepakat untuk all out dan memenangkan Machfud Arifin Mujiaman sebagai Walikota Surabaya. Intimidasi dan teror sudah biasa saya alami sejak jaman reformasi dan menjadi banteng pro megawati 1997, ”tutup Andreas Widodo. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed