oleh

Banyak Pedagang Reaktif Rapid Test Covid-19, Pasar Kota Bojonegoro Resmi Ditutup

BOJONEGORO-POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (10/05/2020) | PUKUL 19.08 WIB

Paska ditemukannya puluhan pedagang, saat di rapid test, dan hasilnya reaktif, maka, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menutup total Pasar Induk Tradisional sebagai klaster penularan baru. Penutupan pasar dilakukan selama tujuh hari. Hal itu dilakukan sesuai intruksi dari Tim Gugus Tugas Propinsi Jawa Timur.

Kabar itu disampaikan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah didampingi Tim Gugus Tugas Bojonegoro, saat melakukan video confrence dengan Tim Gugus Tugas Nasional dan Tim Gugus Tugas Propinsi Jawa Timur di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Minggu (10/05/2020) siang.

“Salah satu yang menjadi pembahasan, yakni pasar induk tradisional kota yang menjadi klaster baru covid 19 di Jawa Timur. Tim Gugus Tugas Bojonegoro, sudah memperpanjang waktu penutupan pasar, yang sebelumnya dua hari, kini menjadi tujuh hari. Hal ini dilakukan sesuai instruksi tim gugus tugas propinsi. Dilakukan sebagai langkah untuk memutus penyebaran covid 19,” kata bupati asal Singgahan Tuban.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah saat video conference dari Kantor Pendopo Bupati Bojonegoro, Minggu (10/05/2020) siang

Bersamaan dengan video confrence, penutupan pasar mendapatkan penjagaan yang ketat dari petugas pasar dan personil aparat keamanan dari unsur Satpol PP Pemkab Bojonegoro, kepolisian dan TNI dari Kodim 0813 Bojonegoro. Penjagaan ketat itu ada di sejumlah titik akses pintu masuk pasar, mulai pintu masuk pasar hingga pintu keluar pasar.

Sementara itu, aksi Memindahkan Barang Dagangan, Tindakan tersebut terpaksa diambil untuk menghindari agar tidak ada pedagang yang nekad berjualan. Sejumlah warga yang tidak tahu dan akan berbelanja harus memutar balik meninggalkan pasar. Sehingga tak satupun pedagang yang berjualan atau bertransaksi dengan pembeli. Pantauan di lapak lapak yang biasanya dipakai untuk berjualan para pedagang tampak beberapa petugas kebersihan yang beraktifitas membersihkan kotoran di lantai dasar pasar.

Seperti diketahui sebelumnya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Pemkab Bojonegoro menggelar uji rapid test kepada 286 pedagang pasar setempat. Hasilnya tim medis menemukan 86 pedagang pasar berstatus reaktif covid 19, kebanyakan mereka penjual sayur keliling.

Mayoritas Pedagang pasar mengaku kecewa, hanya dapat pasrah dengan penutupan pasar selama tujuh hari. “Ya bagaimana lagi, kalau sudah pasar ditutup, pencaharian nafkah terkendala dan hanya bisa pasrah,” kata Umi (50) salah satu pedagang pasar.

Lebih lanjut, Dia dan sesama pedagang memindah barang dagangannya dari lapak mereka untuk dibawa pulang, karena kebanyakan mereka merupakan pedagang komoditas sayuran yang mudah busuk. Semua pedagang kaget dan diberitahu penutupan pasar hanya dua hari. Namun ternyata mendadak, pasar ditutup selama tujuh hari. (Wondo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed