oleh

Bicara Sikap Gubernur Khofifah di Pilwali Surabaya 2020, HAMEDI, SE : Pastinya, Lia Istifhama

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (14/07/2020) | PUKUL 13.08 WIB

Ajang kontestasi Pilwali Surabaya 2020, tidak lama lagi akan digelar.

Tepatnya, Pada Rabu, 9 Desember 2020 Tahun ini.

Selain, Bicara soal siapa Pasangan Calon yang akan diusung oleh PDI Perjuangan diajang Pilwali 2020.

Dan, siapakah Kandidat Cawawali pendamping Mantan Kapolda Jatim, Machfud Arifin untuk berlaga di kontestasi Pilkada kota Surabaya.

Ternyata, Obrolan publik warga kota juga banyak Bicarakan soal sosok Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dimana, Gerakan dan Bahasa Tubuh dari Gubernur Perempuan pertama di Jatim ini, menuai beragam prediksi.

Salah satunya datang dari Hamedi, SE, Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya.

Saat ditanya apakah nantinya Gubernur Khofifah akan menentukan pilihan soal Pilkada Surabaya 2020.

Kepada potretjatimdaily.com, Melalui sambungan telepon selularnya, Hamedi menyatakan bahwa nantinya, pada saatnya Gubernur Khofifah pasti akan bersikap. Dan, pastinya pula beliau akan all out mengantarkan Pasangan Calon ‘Rekomendasinya’, untuk duduk sebagai wakil wali Kota Surabaya berikutnya.

“Pastinya, pada saatnya nanti, Gubernur Khofifah akan menentukan pilihannya. Dan, apabila beliau sudah memilih, maka wajib hukumnya bagi kita para relawannya untuk memenangkannya, “ujarnya Selasa (14/07/2020) siang.

Disinggung siapakah bakal calon yang akan direkomendasi oleh Gubernur Khofifah

Mantan Aktivis Pro Reformasi ’98 Jatim ini menyatakan bahwa sejak awal sampai sekarang, Lia Istifhama adalah bakal calon yang direkomendasikan oleh Mantan Menteri Sosial RI itu.

“Sejak awal sampai saat ini, Ning Lia yang direkomendasi oleh Gubernur Khofifah untuk maju sebagai Cawawali lewat PDI Perjuangan, “tegas Hamedi.

Dan bahkan, Masih menurut Hamedi, bahwa Ibarat Perumpamaan Lia Isthifama di mata Gubernur Khofifah itu, sama seperti perumpamaan nya Puti Guntur Soekarno di mata Megawati Soekarno Putri.

“Jadi, Perumpamaan Ning Lia di mata Gubernur Khofifah itu, sama dengan (Perumpaan) Mbak Puti Guntur Soekarno, dengan Megawati “tegasnya.

Berbicara soal kans Lia Istifhama untuk dapatkan rekomendasi sebagai cawawali dari PDI Perjuangan.

Alumni Universitas Wijaya Putra Surabaya ini menjelaskan bahwa apabila PDI Perjuangan ingin melestarikan tradisi juara di Kota Surabaya, maka mengulang kebersamaan Nasionalis – Religius, dengan merekomendasi cawawali, Lia Istifhama.

“Dan, Dari kebersamaan itu, akhirnya membawa kemenangan bagi Pasangan calon yang diusung oleh PDI P diajang pilwali Surabaya 2015 silam, “imbuh Hamedi.

HAMEDI, SE, Ketua Sahabat K1P Surabaya

Sementara itu, Untuk meraih kemenangan dan menambah perolehan Suara bagi pasangan calon yang diusung oleh PDI P, Kembali Hamedi mengingatkan bahwa Partai berlambang banteng moncong putih itu bukan saatnya untuk egois dan harus lebih realistis.

“Jadi, PDI Perjuangan harus mengambil irisan suara dari generasi milenial, bergender perempuan, dekat dengan Nahdliyin sebagai basis kantong suara Religius Surabaya, “beber Hamedi.

“Dan semua Kriteria itu, semua ada di Lia Istifhama, “pungkasnnya. (Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed