oleh

Cak Firman minta PC IKA PMII proaktif mencari anggota

-All Post-82 views
Firman Syah Ali saat melakukan spirit meeting dengan Pengurus Cabang IKA PMII Madiun dan PC IKA PMII Magetan, Komplek Makam Kyai Ageng Basyariyah, Sewulan, Madiun, Jum’at (24/07/2020) dini hari

KAB.MADIUN-POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (25/07/2020) | PUKUL 11.08 WIB

Pada hari kamis malam jum’at legi tanggal 23 Juli 2020, Bendahara Umum Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Bendum PW IKA PMII) Jawa Timur Firman Syah Ali yang akrab disapa Cak Firman bertemu dengan Pengurus Cabang (PC) IKA PMII Madiun dan PC IKA PMII Magetan di Kompleks Makam Kyai Ageng Basyariyah, Sewulan, Madiun. Di Makam leluhur KH Hasyim Asy’ari ini Cak Firman berbicara serius tentang perkembangan dan kendala yang dihadapi IKA PMII di kedua Cabang tersebut.

PC IKA PMII Madiun dan Magetan menyampaikan keluhan yang sama di bidang keanggotaan. Kepada Cak Firman mereka menyampaikan bahwa jumlah alumni PMII di Madiun dan Magetan sangat sedikit, sehingga jangankan membentuk anak cabang dan ranting, mengurus eksistensi Pengurus Cabang saja terasa sulit.

Terkait keluhan tersebut Cak Firman memberi motivasi bahwa kalau kita mau berusaha, insya Allah akan dijumpai banyak alumni PMII di kedua Kabupaten tersebut.

“Madiun dan Magetan memang bukan kota Perguruan Tinggi, bukan Kota Universitas, tapi saya yakin banyak sekali alumni perguruan tinggi kota-kota besar yang telah pulang kampung ke Madiun dan Magetan, mereka tersebar di berbagai kecamatan dan desa, dan sebagian dari mereka merupakan alumni PMII. Tugas PC IKA PMII adalah mencari mereka dan membentuk kepengurusan Anak Cabang di tiap kecamatan, kemudian Pengurus Ranting di setiap Desa” ucap Cak Firman penuh semangat.

Ada yang bertanya “bukankah dalam AD/ART PMII tidak ada kepengurusan ranting cak?!”, Cak Firman langsung menjawab “ini bid’ah hasanah, kalau terlalu mengikuti teks AD/ART secara kaku, kapan majunya?”.

Spiritual Meeting Cak Firman dengan PC IKA PMII Madiun dan Magetan tersebut berlangsung hingga larut malam. Usai diskusi, Cak Firman melalukan ziarah dan ritual malam jum’at legi di makam Kekasih Allah tersebut, setelah itu Cak Firman dan rombongannya kembali ke Surabaya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed