oleh

Catatan LIA ISTIFHAMA : 15 Ramadlan, Peristiwa Kemenangan Islam di Baitul Maqdis Atas Pertempuran Ain Jalut

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (08/05/2020) | PUKUL 08.28 WIB

Bulan Ramadlan bukan hanya bulan suci yang menjadi penanda kewajiban bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa serta menghindari segala hal yang mengurangi pahala berpuasa. Namun, Ramadhan juga memiliki beragam kisah epik, kisah kepahlawanan pejuang Muslim yang berjihad di tengah kewajibannya berpuasa.

Diantara kisah perjuangan Kaum Muslim adalah yang terjadi di wilayah Ain Jalut, dekat Gaza Palestina. Bahkan, tepat pada 15 Ramadlan 658 H, pasukan Mongol mencatat kekalahan dalam sejarahnya. Kemenangan pasukan muslim yang dipimpin oleh Sultan Mesir, Saifuddin Quthuz, menjadikan pasukan Mongol yang dipimpin Katbugha berakhir di wilayah Palestina.

Kemenangan pasukan muslim melawan Mongol yang sebelumnya dikenal sangat digdaya dalam peperangan, setidaknya disebabkan dua hal, semangat jihad dan kecerdasan berstrategi.

“Waa Islaamaah!”, begitu yang diserukan oleh Sultan Quthuz untuk mengobarkan semangat para pejuang Islam. Seruan tersebut terbukti menguatkan semangat jihad para pasukannya untuk tetap teguh dan penuh keberanian melawan pasukan Mongol.

Disadur dari kitab shahih Bukhari, bahwa Rasulullah pernah menjelaskan keutamaan jihad sebagai bagian dari keimanan.

Dalam hadis nomor 36 Shahih Bukhari: Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW.,beliau bersabda: “Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia menguasakan orang yang keluar dari jalan-Nya hanya karena iman kepada-Ku dan membenarkan para Rasul-Ku maka Aku memulangkannya dengan pahala atau rampasan perang atau sorga yang diperolehnya. Seandainya bukan karena menyulitkan atas umat saya,niscaya tidak duduk-duduk di belakang detasemen tentara dan sungguh saya suka untuk terbunuh di jalan Allah kemudian saya dihidupkan, kemudian dibunuh dan dihidupkan kemudian dibunuh.”

Faktor kedua adalah kecerdasan berstrategi. Sultan Quthuz tidak serta merta menunjukkan kekuatan dari pasukannya, melainkan membiarkan pasukan Mongol merasa sombong ketika mengetahui pasukan Quthuz tidak sebanding dengan pasukannya.

Tatkala pasukan Mongol maju penuh percaya diri untuk meraih kemenangan secara mudah, di saat itulah, seruan ‘Waa Islaamaah’ dari Sultan Quthuz terdengar nyaring diikuti dengan munculnya pasukan-pasukan Muslim yang semula berdiam di balik lembah, tiba-tiba keluar, menampakkan diri dan mengepung pasukan Mongol. Dalam waktu singkat, pasukan Mongol pun meraih kekalahan untuk pertama kalinya.

Kecerdasan yang dimiliki pasukan Muslim, terbukti mengalahkan kesombongan kaum kafir. Dalam Kitab Shahih Bukhari, Rasulullah SAW pernah memperingatkan manusia tentang kesia-siaan sikap merendahkan diri karena hanya Allah SWT yang berhak mengangkat segala urusan duniawi.

“Adalah hak Allah untuk tidak mengangkat sesuatu urusan duniawi, melainkan Dia merendahkannya”. (Shahih Bukhari, hadis nomor 6183). (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed