oleh

Catatan LIA ISTIFHAMA : Peristiwa 16 Ramadlan, Mengenang Sayyidah ‘Aisyah Istri Rasulullah

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (08/05/2020) | PUKUL 19.53 WIB

Dalam Kitab Shahih Bukhari hadis nomor 3626, dijelaskan sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik wanita ( di masanya) ialah Maryam dan sebaik-baik wanita (di masanya) ialah Khadijah”. Sayyida Khadijah, istri yang setia mendampingi Rasulullah sesaat setelah beliau menerima wahyu pertama kali, wafat pada 11 Ramadlan (sebelum Hijriyah, yaitu tahun ke 10 setelah kenabian).

Wanita mulia yang meninggal berikutnya adalah Fatimah, putri Sayyidah Khadijah bersama Rasulullah SAW pada 3 Ramadhan 11 H. Keutamaan Sayyidah Fatimah dijelaskan dalam kitab shahih Bukhari: Dari Miswar bin Makhramah r.a., sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: “Fatimah adalah segumpal dagingku, maka barangsiapa menjadikannya marah, maka dia menjadikan aku marah.” (Hadis nomor 3578).

Pada bulan Ramadhan pula, yaitu tepatnya pada 16 Ramadlan 58 H, sang Ummul mukminin (ibunya kaum mukmin), sayyidah Aisyah r.a., wafat.

Istri Rasulullah yang telah merawikan 2210 hadis dan dikenal sebagai rujukan para sahabat dalam menanyakan perihal fiqih, menutup mata setelah melaksanakan sholat witir di kota suci Madinah.

Hadis nomor 3579 kitab shahih Bukhari, menjelaskan: Dari ‘Aisyah r.a., mengatakan bahwa pada suatu hari Rasulullah Saw bersabda: “Wahai ‘Aisyah, inilah Jibril menyampaikan salam kepadamu”. Aku menjawab: “Wa’alihis salam warahmatullahi wabarakatuh, engkau dapat melihat sesuatu yang aku tidak dapat melihatnya”. Begitu sepenggal percakapan ‘Aisyah dengan Rasulullah Saw.

Sedangkan dari Anas bin Malik r.a., ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: “keutamaan ‘Aisyah atas beberapa wanita adalah seperti keutamaan kuah roti atas makanan yang lain”.

Kisah Rasulullah Saw dengan sayyidah Aisyah menjadi teladan indah kisah cinta sesama manusia. Dalam hadis nomor 3706 kitab shahih Bukhari, dijelaskan: “Dari ‘Aisyah r.a., sesungguhnya nabi Saw bersabda kepadanya: “Aku melihat dirimu dalam mimpi dua kali, yaitu aku melihat (rupa)mu di sehelai sutera, dan seseorang berkata: “Inilah istrimu, maka bukalah (wajah)nya”. Ternyata dia adalah dirimu, maka aku berkata: “Jika ini adalah (pemberian) dari sisi Allah, maka Dia akan melaksanakannya”.

Rasulullah Saw menikahi Aisyah setelah Khadijah wafat, yaitu sekitar 5 tahun (tiga tahun sebelum kepergian rasul ke Madinah dan dua tahun setelah Rasulullah tinggal di Madinah). Hal itu seperti yang tertuang dari hadis nomor 3707 shahih Bukhari. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed