oleh

DEMI KESATUAN BANGSA, LEBIH STRATEGIS GERINDRA MASUK KABINET

-All Post-530 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY
SABTU (12/10/2019) | 05. 30 WIB

Presiden Jokowi bertemu Prabowo di Istana Negara, Jakarta, 11 Oktober 2019. Dari perspektif kesatuan bangsa, pertemuan itu menggembirakan.

Jika dua kubu yang berseberangan, kalau tidak bisa dikatakan bermusuhan dalam dua pemilu terakhir bisa disatukan itu luar biasa.

Good will dari kedua pihak, Jokowi dan Prabowo untuk rekonsiliasi dan bersatu sudah terlihat.

Pertanyaannya, apakah Jokowi bersedia memberi tempat untuk Prabowo (baca: Gerindra) masuk dalam kabinet sebagai wujud nyata niat baik bersatu bangun bangsa?

Seandainya bersedia, beranikah Presiden Jokowi menolak resistensi koalisi partai pendukungnya yang kemungkinan besar menolak Gerindra masuk kabinet?

Tentu dapat dipahami jika partai-partai pendukung menolak masuknya Gerindra di pemerintahan. Karena akan mengurangi jatah menteri yang seharusnya diberikan pada partai-partai yang berkeringat menangkan Jokowi.

Tetapi bagi rakyat (yang tidak memiliki kepentingan soal bagi-bagi kursi menteri), dirangkulnya Gerindra dalam pemerintahan itu baik. Sangat strategis untuk kebaikan bersama. Minimal ada 3 kebaikan jika Prabowo dan gerbongnya bersatu dalam kabinet Jokowi.

Pertama, meminimalkan bahkan menghapus polarisasi “kampret-cebong” yang telah memecah belah rakyat. Kalaupun masih tersisa, kampret-cebong itu akan membentuk poros baru melawan “kadal gurun”.

Kedua, memisahkan partai Gerindra dari kelompok radikalis. Selama ini HTI, FPI dan kelompok radikalis lainnya memanfaatkan (dan dimanfaatkan) payung politik Gerindra untuk menyerang Jokowi.

Ketiga, bergabungnya Gerindra ke kubu Jokowi menambah solid kekuatan politik untuk menumpas habis gerakan radikalis – ISIS.

Pada dasarnya, musuh sebenarnya bukan Gerindra, tapi gerakan radikalis. Perjuangan mengubah Indonesia menjadi NKRI bersyariah dan khilafah jelas-jelas pemberontakan terhadap negara. Makar terhadap Pancasila. Merekalah yang harus dilawan bersama.

Bersatunya kubu Prabowo dengan Jokowi diharap bisa mempercepat pembumi-hangusan paham radikalisme sampai keakar-akarnya, Semoga.

( Penulis : Yerry Tawalujan )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed