oleh

Dikunjungi PT HKTI Jatim, PJ Bupati Sidoarjo Impikan Peningkatan Desa Wisata

KAB.SIDOARJO-POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (21/01/2021) | PUKUL 15.48 WIB

KESEJAHTERAAN & SOSIAL | Setelah sebelumnya berhasil menstabilkan harga kedelai yang semula 9500 per kilogram menjadi 8500 per kg, PJ Bupati Sidoarjo, Hudiyono, mengungkap keinginannya mendukung peningkatan potensi desa wisata.

“Alhamdulillah, setelah normal harga kedelai, Pemkab Sidoarjo juga telah menunjukkan keinginan penguatan pabrik-pabrik pengeringan jagung yang pastinya bukan hanya mendukung sektor pertanian, namun juga peningkatan tenaga kerja. Nah, kami ingin perluasan lagi sektor pertanian di ranah pariwisata”, ungkapnya di hadapan pengurus Perempuan Tani HKTI Jatim, Rabu (20/01/2021).

Bertempat di pendopo Bupati Sidoarjo, beberapa pengurus PT HKTI naungan ketua umum Dian Novita Susanto terlihat ngobrol dengan gayeng dengan PJ Bupati yang meraih gelar Magister dari UGM tersebut.

“Harapan saya, Sidoarjo semakin unggul dalam sektor pariwisata. Semakin banyak desa wisata mengingat potensi agraris yang cukup tinggi. Memang kita semua tahu, bahwa Sidoarjo sangat dikenal sebagai pusatnya area pemancingan sekaligus wisata keluarga. Kalau lebih luas lagi variannya, tentu semakin kuat daya tarik wisatawan local maupun mancanegara di sini”, jelasnya.

Pj.Bupati Sidoarjo Hudiyono saat menerima kunjungan kerja ketua DPP PT HKTI Jatim Dr Lia Istifhama MEI bersama Pengurusnya, Pendopo Kab. Sidoarjo, Rabu (20/01/2021)

“Contohnya, destinasi wisata yang berkaitan dengan olahraga kuda. Ini kan bagus, karena tidak banyak tempat wisata seperti itu. Kebetulan, di Tanggulangin, kami punya Yussar Stable and riding club. Yussar ini tempat latihan berkuda dengan luas 1 hektar lebih. Juga direncanakan bertambah beberapa spot olahraga yang mendukung di sana. Kami senang dengan potensi tersebut, karena ternyata secara nyata menjadi efek domino peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Terutama sektor UMKM di bidang pembuatan sepatu dan helm berkuda. Daerah tersebut bisa disebut kampung mati secara ekonomi karena dampak Lapindo, namun sekarang sudah jauh berkembang”, pungkasnya.

Sementara itu, Lia Istifhama selaku ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jatim, mengungkapkan apresiasinya.

“Karena kreatifitas warga Sidoarjo menumbuhkan destinasi wisata yang berbeda dengan wilayah lainnya, tentu hal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi, ada dukungan dari Pemkab Sidoarjo. Tentu dua poin tersebut, yaitu kreatifitas warga dan dukungan pemerintah, menjadi modal penting penguatan sektor ekonomi Sidoarjo”, jelasnya.

Kunjungan tersebut kemudian diakhiri dengan kunjungan secara langsung di area berkuda Yussar yang terletak di Tanggulangin. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed