oleh

Disinyalir banyak OPD “jalan-jalan” dikemas studi banding, DPRD Jatim meradang.

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (22/12/2020) | PUKUL 08.56 WIB

Pembina LSM Jaka Jatim Mathur Husyairi mensinyalir saat ini banyak unit kerja pemerintahan lalukan jalan-jalan (pariwisata) akhir tahun pada hari kerja yang dibungkus dengan kunjungan kerja/studi banding.

Oleh karena itu Jaka Jatim mendesak para Kepala Daerah, DPRD, Inspektorat serta BKD betul-betul memperhatikan hal tersebut seteliti mungkin.

“Kasihan uang rakyat dibikin kegiatan tidak jelas seperti itu, apalagi ini musim pandemi, di mana empatinya? Rakyat sedang menderita akibat pandemi, kok bapak ibu tega jalan-jalan dengan kemasan acara kedinasan?” ujar Anggota DPRD Jatim ini.

JASA APLIKASI DAN KONTRUKSI BANGUNAN

selengkapnya….

Secara khusus, Ketua Umum PC IKA PMII Bangkalan ini minta Gubernur Jawa Timur berikan instruksi tegas kepada anak buahnya untuk menahan diri. Sinyalemen kegiatan jalan-jalan ini sangat kontraproduktif dengan niat baik gubernur untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ironis sekali jika misalnya anak buah Gubernur bebas keluar DL/studi banding dll yang manfaatnya juga belum jelas. Sedangkan mudhoratnya sangat jelas.

“Kegiatan asli kedinasan saja banyak dicancel dalam rangka menghentikan mata rantai penularan Covid-19, ini kok malah acara jalan-jalan berkedok kunjungan kerja/studi banding dibiarkan. Tolong para kepala daerah segera bertindak, sebelum kami para LSM yang berteriak” pungkas tokoh demonstran kawakan ini. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed