oleh

Ditanya Gandengan, NING LIA : Tunggu Rekom Partai Pengusung

-All Post-424 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (17/01/2020) | PUKUL 23.04 WIB

Sehubungan dengan peraturan KPU yang menetapkan bahwa mulai 11 Desember 2019 sampai dengan 5 Maret 2020 partai politik dapat mulai menyerahkan syarat dukungan bagi pasangan calon walikota dan calon wakil walikota kepada KPU daerah, yang dalam hal ini Surabaya, tentu menjadikan pertanyaan publik tentang siapa yang nanti secara sah berkompetisi dalam pilwali Surabaya September mendatang?

Hal ini tentu menjadi fokus para kandidat tentang kans mereka mendapat rekom partai pengusung. Dengan siapa mereka akan maju dan dari mana mereka akan maju hingga nama tercetak di atas surat suara? Menarik untuk mempertanyakan hal ini kepada para kandidat. Salah satu yang sudah berhasil terhubungi adalah Lia Istifhama, kandidat yang maju dari unsur aktivis perempuan. Ditemui di sela acara nobar film edukasi di CGV, Marvell City, Ning Lia, sebutan akrabnya menjawab lugas.

“Semakin kesini, memang semakin banyak pertanyaan tentang mau maju dari apa? Dengan siapa? Walikota atau wakil? Dan sebagainya. Kalau saya, sih. Jawabnya simpel. Saya kalau maju dalam Pilwali, tentu gandengannya adalah sesuai yang tertulis dalam rekom. Soal L 1 atau L 2, dari awal saya g kaku dalam hal target. Bahkan dari awal saya sampaikan, kalau secara nalar logis, peluang L 1 adalah yang jelas memiliki kursi cukup untuk maju. Saya sendiri enjoy saja dalam proses ini, gak ada namanya ambisi harus ini harus itu. Politik itu dinamis, cair. Gak usah gopoh”, ujarnya.

Terkait pendekatannya dengan elitis, putri tokoh senior NU, KH Masykur Hasyim, itu menjawab:

“Alhamdulillah, sampai proses yang berjalan sekarang, sudah ada yang membantu silaturahmi dengan elitis. Silaturahmi ya, bisa konteksnya sekedar menyapa dengan salam. Bukan lobi politik karena kalau politik dinilai dengan lobi-lobi saja, maka sifatnya sempit sekali. Sangat ambisius konteksnya dan terlalu
terkotak pada kepentingan. Saya sih lebih suka melihat semua proses merupakan ta’aruf, menjalin hubungan saudara dan trust, kepercayaan yang baik satu sama lain. Kalau kata wong Suroboyo, mbangun seduluran saklawase”, pungkasnya.

Apakah cara yang dilakukannya efektif untuk mendapat rekom? Begini jawabannya.

“Kalau orang sudah percaya, dianggap kita ini amanah dan memang bagus untuk noto Surabaya, bisa menjalin hubungan baik dengan semua kalangan. Maka…Insya Allah..tidak sia-sia. Rekom itu sifatnya Kun fayakun , insya Allah datang sendiri. Jangan dikejar, jabatan itu amanah, tidak boleh ditarget”, pungkasnya. (Spr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed