oleh

DPC PDIP SURABAYA : Harlah NU momentum perkuat kolaborasi santri dan nasionalis

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (31/01/2021) | PUKUL 17.08 WIB

TOKOH | DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Surabaya menyatakan peringatan HUT ke-95 Nahdlatul Ulama (NU) kali ini adalah momentum memperkuat kolaborasi santri dan nasionalis agar bisa melewati pandemi COVID-19.

“Kami dari PDIP Surabaya turut berbahagia dengan momentum hari lahir NU. Semoga NU terus berjaya, diridhai Tuhan Yang Maha Kuasa dalam khidmahnya menyebarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan meneguhkan komitmen kebangsaan,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono, di Surabaya, Minggu (31/01/2021).

Adi mengatakan, menghadapi pandemi COVID-19 yang telah berdampak pada berbagai sektor kehidupan rakyat, dibutuhkan kerja gotong royong antara berbagai elemen bangsa, termasuk dari kalangan santri dan nasionalis.

Dalam berbagai lintasan sejarah, lanjut dia, berkali-kali tantangan zaman berhasil dilewati republik ini karena bersatu padunya santri dan nasionalis. Demikian pula agar bisa melewati pandemi dengan baik, gotong royong kaum santri dan nasionalis adalah keharusan.

“Santri dan nasionalis, nasionalis dan santri, adalah dua fondasi yang mengokohkan bangsa kita,” kata Adi yang juga ketua DPRD Surabaya.

Adi menambahkan, Bung Karno dan pendiri NU K.H. Hasyim Asyari adalah dua tokoh yang selalu seirama sebagai representasi kaum nasionalis dann santri. “Bung Karno, seorang pemimpin nasionalis, adalah presiden pertama di dunia yang mengutip ayat Al-Quran di Sidang Umum PBB 1960,” ujarnya.

Adapun K.H. Hasyim Asy’ari, lanjut dia, adalah pemimpin Islam yang mengajarkan pentingnya komitmen kebangsaan, bahkan jauh sebelum Indonesia berdiri.

“Ketika Bung Karno bertanya tentang hukum membela negara bagi umat Islam, Kiai Hasyim sepenuh hati bilang bahwa itu adalah jihad fisabilillah. Ijtihad itu kemudian dalam sejarah dikenal sebagai Resolusi Jihad yang membakar semangat arek Suroboyo melawan kedatangan tentara sekutu,” kata Adi.

Dalam sejarahnya, lanjut dia, keterikatan PDI Perjuangan sebagai rumah besar kaum nasionalis dan NU sebagai rumah besar kaum Nahdliyin sudah tidak terpisahkan.

“Kolaborasi NU dan PDI Perjuangan akan terus terjalin baik seperti selama ini,” kata Adi.

Untuk itu, kata dia, PDI Perjuangan Kota Surabaya siap mendukung berbagai upaya NU dalam menjaga persatuan, menyejahterakan umat, dan memajukan Surabaya tercinta. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed