oleh

DPRD KABUPATEN GRESIK: 50 Anggota DPRD Gresik masa bhakti 2019-2024 di ambil Sumpah / Janji, ini pesan NUR QOLIB

 

GRESIK – Potret Jatim Daily
Sabtu (24/8/2019) | 12.15 WIB

Bertempat di gedung DPRD Kabupaten Gresik, Jalan raya Wahid hasyim no.5 Gresik, Jum’at (23/8/2019) sekitar jam 13.00 WIB, digelar acara pelepasan anggota DPRD masa bhakti 2014-2019 dan sekaligus pelantikan 50 anggota DPRD terpilih hasil pemilu 2019 kemarin.

Hadir pula sebagai undangan, Bupati & wakil bupati, kepala kejaksaan negeri, kapolres, Dandim 0817/Gresik, kepala pengadilan negeri, MUI, Banwaslu, KPUD Gresik, Ormas/LSM dan Awak media.

Dalam Sidang Parnipurna ini, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Gresik, Darmawan, membacakan Surat Keputusan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota DPRD Gresik.

Adapun komposisi 50 legislator yang diambil Sumpah/janjinya antara lain: PKB 13 kursi, Gerindra 8 kursi, Golkar 8 kursi, PDI Perjuangan 6 kursi, Nasdem 5 kursi, Demokrat 4 kursi, PPP 3 kursi dan PAN 3 kursi.

Sementara itu, Pimpinan Sidang, Nur qolib, yang juga wakil DPRD ini dalam pidatonya mengatakan, “Dalam waktu sisa 2 tahun kedepan (2020 & 2021) secara khusus perlu kami titipkan PR (pekerjaan rumah) kepada anggota DPRD baru atas nama rakyat kabupaten Gresik.”ujar nya

Menyukseskan program yang masuk prioritas dan menjadi perhatian utama DPRD yaitu:
1. Review peraturan daerah dan peraturan bupati, setidaknya 20 tahun terakhir sejak era reformasi (Tahun 1999) agar sesuai dengan perkembangan dan dapat dilaksanakan dengan baik.
2. Review penataan ruang wilayah dan rencana detail tata ruang kecamatan dan kawasan, agar sesuai kebutuhan percepatan pembangunan dikab.Gresik sebagai smart city, yaitu kota investasi, perdagangan, pelayanan cepat, dan kota santri berbudaya.
3. Program penanganan banjir kali lamong, agar segera dapat bersinergi dengan pemerintahan pusat dalam program penuntasan banjir secara komprehensif.
4. Penuntasan pembangunan dan perbaikan jalan eks JPD, untuk mendukung pembangunan desa dan pertumbuhan ekonomi pedesaan.
5. Normalisasi saluran air/drainase dan penertiban bangunan liar diatasnya di sepanjang jalan nasional, propinsi, dan jalan kabupaten.
6. Penguatan program program mandiri, yang selama ini konsepnya masih berada diawang-awang untuk segera disepakati aplikasinya dalam bentuk komitmen bersama antara DPRD, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat agar kemajuan desa terwujud.
7. Beberapa program lainnya menyangkut layanan dasar pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kemiskinan, dll yang tidak dapat kita uraikan secara rinci dalam forum ini.

Demikian paparan dari pimpinan sidang istimewa parnipurna akhir jabatan DPRD masa bhakti 2014-2019.

Dalam kesempatan ini, ditunjuk pula pimpinan sementara anggota DPRD Gresik dari Nur Qolib kepada H.M.Qodir sebagai ketua DPRD Gresik Sementara dan Asluchul alif sebagai wakil ketuanya.
(DN/HMD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed