oleh

Enam Sisi Lain Tri Rismaharini

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (14/11/2020) | PUKUL 07.09 WIB

Ajang kontestasi pilkada Surabaya, yang rencananya akan serentak digelar pada 9 Desember 2020 itu, telah memasuki babak baru.

Setelah sebelumnya, warganet dibikin gempar oleh ulah Risma – begitu akrab disapa – dengan pemasangan ‘foto Risma’ di Alat Peraga Kampanye (APK), aksi nekat Risma saat melakukan kampanye, tanpa terlebih dulu mengantongi ijin cuti, Risma menyatakan bahwa eri cahyadi sebagai anak-nya, ber statement bahwa Kota Surabaya akan hancur jika tidak dipimpin pasangan Erji, Hanya Pasangan Erji yang bisa meneruskan program-program Risma, hingga tindakan provokatif Risma saat acara Surabaya Berenerji itu.

Kali ini, viral di jagad dunia maya, melalui aplikasi youtobe Cak Soleh, yang berhasil mewawancarai secara eksklusif Kakak Kandung dari Wakil Walikota Surabaya, Jagad Hari Seno.

Tercatat, Dari hasil rekaman video berdurasi 23.26 menit, yang bertajuk ‘Sisi lain Tri Rismaharini walikota Surabaya’ itu, dengan sangat jelas terbaca soal Anak sulung dari mantan sekjen DPP PDI Perjuangan, Soetjipto Soedjono itu, yang bercerita tentang Sejarah Pencalonan Risma di pilkada 2010, tersisihnya peran Bambang DH dan Whisnu Sakti Buana saat mendampingi sebagai Wawali dan fakta dibalik klaim Risma soal kebijakan di bidang Kebersihan dan Pertamanan diera Walikota perempuan pertama di Surabaya.

Berikut ini ada enam fakta realita yang sangat kontraproduktif dengan apa yang selama ini di ketahui oleh publik warga kota surabaya terkait sosok Walikota Tri Rismaharini, antara lain :
1. Faktanya : Sosok Risma sangat berambisi untuk mencalonkan diri sebagai calon walikota Surabaya dengan melalui PDI Perjuangan.

Dan Bukannya, Risma yang terpaksa untuk dicalonkan, dengan didampingi Bambang DH sebagai Wakil Walikota diajang kontestasi pilkada Surabaya 2010 silam.

2. Faktanya : Program Kerja soal kebersihan dan pertamanan Kota Surabaya diera Risma, merupakan Kebijakan ‘milik’ Walikota Bambang Dwi Hartono.

Dan bukannya ‘konsep original’ milik Walikota, Tri Rismaharini.

3. Faktanya : Ada sosok Jagad Hari Seno, Tokoh relawan Banteng Ketaton, yang saat ini mendukung pasangan MAJU, dibalik proses pencalonan Risma di pilkada 2010.

4. Faktanya : Ada peran Azrul Ananda (putra mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan), dibalik proses pencalonan pasangan Risma-Bambang DH.

Dimana, Melalui lobby-lobby politik ke internal PDI P, Seno berkoordinasi langsung dengan Ketua Umum PDI P, Megawati Soekarno Putri, kandidat Cawali, Saleh Mukadar, dan walikota Bambang DH.

Dan juga di eksternal Partai, lobby Seno kepada Azrul Ananda, untuk akses Media mainstream Jawa Post khususnya melalui pemberitaan soal Risma di halaman depan di kolom ‘Metropolis’ Nasionalnya.

5. Faktanya : Adanya indikasi kuat soal ‘tidak diorangkannya’ – sosok pendamping, wawali Surabaya, yang juga merupakan mantan bosnya Risma (saat masih menjabat sebagai kepala Bappeko Surabaya), Bambang Dwi Hartono.

6. Faktanya : Setali tiga uang, Indikasi yang sama (‘tidak diorangkannya) juga dialami oleh wawali Surabaya, yang juga mantan ketua DPC PDI P Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

Berdasar dua hal diatas, maka bisa disimpulkan bahwa sosok Risma, memiliki kecenderungan sebagai pemimpin dengan ego yang sangat tinggi, cenderung ‘one woman show’, dan mudah sekali melupakan sejarah serta meninggalkan kawan-kawan seperjuangannya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed