oleh

Entah Apa yang merasukimu, hingga bandingkan RISMA dengan KHOFIFAH

-All Post-625 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (05/12/2019) | PUKUL 08.10 WIB

Entah apa yang merasuki pemikiran dari beberapa warga kota surabaya belakangan ini, sehingga terkesan membanding-bandingkan antara Walikota Risma dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah itu.

Upaya membandingkan itu sangat vulgar terlihat, dari cuitan-cuitan dan nyinyiran yang berisi kata-kata pedas beberapa nitizen kepada Khofifah di sebuah wall group facebook Walikota Risma.

Berawal dari statetment Khofifah soal adanya bau sampah di Stadion GBT Surabaya dan Tawaran 10 Alternatif Lokasi termasuk Stadion GBT Surabaya, sebagai Kandidat Venue Resmi U-20 FIFA World Cup 2021 mendatang, Di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum’at (01/10/2019)

Dan ini, dibenarkan oleh perwakilan bonek yang menyaksikan langsung pertandingan di Stadion terbesar di Jatim itu, pernyataan warga benowo yang tinggal disekitar Stadion dan analisa cerdas para ahli.

Alih-Alih introspeksi diri, pemkot Surabaya meradang. Ibarat setali tiga uang dengan para loyalisnya, para pembantu Risma, mendadak keras membantah statement Khofifah itu, serta kompak mengunci pintu stadion saat Menpora melakukan Sidak di Stadion berkapasitas 50.000 penonton itu.

Sampai, Soal Keraguan Khofifah soal Adanya aliran dana APBD yang digunakan Oleh Walikota Risma saat melakukan kunjungan ke luar negeri, yang disampakan di Convention Hall Grand City Surabaya, Jum’at (22/11/2019) lalu.

Pernyataan ini, sontak menyadarkan kita, bahwa pembiayaan dari setiap acara keluar negeri Walikota Risma itu, tidak semuanya ditanggung oleh pihak penyelenggara (pengundang) dan tak sepeserpun gunakan uang rakyat, seperti yang selama ini disampaikan oleh pemkot Surabaya.

Namun bila masih ada kata-kata bully-an, itu harus disadari sebagai bentuk dari luapan rasa kecewa atas kekalahan para pendukung pasangan GI-Puti di Kota Surabaya, saat pilgub jatim 2018 lalu.

Lama mencoba untuk Diam dan tak bereaksi, Akhirnya, para Relawan Khofifah-Emil Surabaya, loyalis Gubernur Khofifah pun akhirnya angkat bicara.

Berbicara terkait hubungan Walikota Risma dengan Gubernur Khofifah, harusnya dimulai saat gelaran Pilwali Surabaya 2015 lalu, dimana Risma berkunjung ke kediaman Khofifah, di jemursari Surabaya, Rabu (14/10/2015) malam, guna meminta restu (Khofifah) yang saat itu menjabat Menteri Sosial sekaligus ketua umum Muslimat NU tersebut.

Lewat restu Gubernur KHOFIFAH, Walikota RISMA bahkan blak-blakan tidak hanya meminta dukungan dari warga Muslimat NU, tapi juga Fatayat NU. “Muslimat sekaligus Fatayat”, tandasnya.

Ternyata, Gubernur KHOFIFAH pun tak sekedar memberi restu, bahkan secara khusus memerintahkan Ketua PC Muslimat NU Surabaya, Lilik Fadhillah, untuk mengarahkan dukungan warganya ke Pasangan RISMA-WHISNU.

Alhasil, berkat sumbangsih Muslimat Nahdlatul Ulama’ (NU), pasangan ini menang telak dengan meraih 86,22 % suara.

Ibarat air susu dibalas dengan air tuba, ketika kebaikan khofifah berbalas Tuduhan Pemimpin Sok pintar dan tak mau mendengar dari Risma.

Dimana, Walikota RISMA, dalam kata sambutannya menyatakan, “Kita tidak butuh pemimpin yang keminter (Sok Pintar), Kita hanya butuh yang mau mendengar. Gus Ipul itu Orangnya mau mendengar, Mbak Puti itu orangnya amanah”, ujarnya saat menghadiri acara Sahur bareng Warga Muteran RW. 08 Surabaya, Selasa (12/06/2019) lalu.

Ternyata, tak hanya sekali RISMA menyindir Khofifah-Emil. Di acara serupa, Minggu (10/06/2018), Ketua Bidang Kebudayaan DPP PDI Perjuangan tersebut juga mengatakan hal yang sama. Menyebut Khofifah-Emil calon yang sok pintar.

Sebagai bagian dari keluarga besar warga Kota Surabaya, marilah kita berfikir cerdas dengan mengedepankan subyektifitas dalam menyikapi sebuah permasalahan.

Sebab, ketika salah mengartikan kata hubungan dengan bandingkan, terlebih mencoba membandingkan dua tokoh yang sebenarnya tak sebanding itu, akan berpotensi konflik horizontal antar loyalis.

Perlu kiranya diketahui, baik Risma maupun Khofifah adalah Srikandi Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur. Bagaimana mungkin bisa, apabila keduanya dibanding-bandingkan

Bagaimana mungkin akan bisa dibandingkan, apabila : Pertama, antara RISMA, walikota perempuan Kota Surabaya, yang wilayah kerjanya meliputi 31 Kecamatan dengan KHOFIFAH, Gubernur Perempuan pertama Provinsi Jawa Timur, dengan wilayah kerjanya terdiri dari 38 kabupaten/kota, termasuk salah satunya Kota Surabaya itu ?

Kedua, Antara RISMA, yang menolak tawaran jabatan Menteri dari Presiden Jokowi, dengan KHOFIFAH, yang mantan Menteri Peranan Wanita dan Kepala BKKBN serta Mantan Menteri Sosial Republik Indonesia itu ?

Ketiga, antara RISMA, yang mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Kepala Bappeko Surabaya itu, dengan KHOFIFAH, yang mantan Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU itu ?

Keempat, antara RISMA, yang menolak maju sebagai Cawagub mendampingi Gus Ipul saat Pilgub Jatim 2018 lalu, dengan Cagub sekaligus Pemenang Pilgub Jatim 2018, KHOFIFAH itu ?

Kelima, antara RISMA, yang pernah memohon dukungan Saat Pilwali Surabaya 2015, dengan KHOFIFAH, yang belum minta dukungan Risma saat pilgub Jatim 2018 kemarin itu ?

Keenam, antara RISMA, yang tuduh KHOFIFAH-EMIL sebagai Pasangan Cagub-Cawagub yang keminter (sok pintar) dan tak mau mendengar saat pilgub jatim 2018 itu ?

( Ditulis oleh : DENY ISTIAWAN, Ketua Relawan Saksi Nol Rupiah Surabaya )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed