oleh

Erick Tohir Jadi Ketum MES, Prof. Mas’ud Said yakin ET bisa Akselerasikan Masyarakat Ekonomi Syariah

KAB.MALANG – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (24/01/2021) | PUKUL 20.06 WIB

TOKOH | Erick Tohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpilih menggantikan Wimboh Santoso sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2021-2024 dalam Musyawarah Nasional MES di Jakarta, Minggu (24/01/2021) siang.

Prof M Mas’ud Said, cendekiawan muslim Jawa Timur yakin bahwa di bawah Erick Tohir perkembangan ekonomi syariah meliputi penguatan financial technology dan penguatan sub sistem ekonomi syariah yang sangat potensial di Indonesia dapat meningkat.

Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini dapat menjadi ceruk ekonomi syariah yang luas pula.

Keyakinan Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur ini didasarkan oleh catatan tentang track record Erick Tohir dalam sepuluh tahun terakhir sebagai penguasaha nasional dan multi nasional. Juga cara berpikir dan tindakannya yang produktif serta sistemik.

“Dalam dua tahun kiprahnya menata kelola ulang ratusan perusahaan BUMN dan anak anak perusahaannya sangat baik. Sehingga tampil lebih ramping, lincah, terintegrasi, dan lebih produktif mencapai visi misinya,” kata Mas’ud ini.

Ditanya apa yang spesial di Erick Tohir, Mas’ud yang juga Komisaris independen Bank BPD Jatim ini menjelaskan beberapa poin strategi Erick dengan istilah policy delivery.

“Dalam sebuah diskusi terbatas dengan saya dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Grahadi beberapa bulan sebelum Erick diangkat menjadi Menteri BUMN, saya terkesan dengan kritik Erick terhadap pemerintahan dan manajemen perusahaan pada umumnya. Erick mengatakan bahwa kebijakan-kebijakan penting dan strategis sering very good in planning, but no policy deliveries sampai tuntas. Akibatnya blue printnya bagus tapi eksekusinya lamban,” jelasnya.

Selain itu, Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang ini juga optimis terkait kemajuan ekonomi syariah di Indonesia.

Menurutnya, di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah geliat ekonomi syariah diperkuat oleh Bank Syariah.

Produk Bank Syariah yang menyasar industri dengan sistem syariah dan konvensional yang mulai tumbuh pesat, tinggal akselerasinya saja yang diperkuat.

“Demikian juga produk-produk ekonomi syariah seperti wisata halal, halal food, muslim handy craft, industri dan keuangan syariah menjadi trend masa depan yg bisa menopang pemulihan ekonomi di daerah tahun 2023. Insya Allah dengan begitu pemulihan ekonomi bisa diperkuat,” ujarnya ketika berbincang dengan awak media. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed