oleh

FORKOT Pertanyakan Kelanjutan Kasus Korupsi Dana Jaspel Dinkes Gresik

-All Post-765 views

 

KAB.GRESIK-POTRETJATIMDAILY.COM
SENIN (16/12/2019) | PUKUL 13.45 WIB

Proses penegakan hukum terkait Kasus Korupsi Dana Jaspel Di Dinas Kesehatan Pemkab Gresik, yang telah menyeret Nama mantan kepala Dinas Kesehatan, Nurul Dholam, terkesan jalan ditempat.

Berhentinya kasus yang di duga juga melibatkan nama wakil bupati gresik, HM. Qosim dalam penerimaan aliran dananya itu, memunculkan banyak pertanyaan, baik di masyarakat maupun para penggiat anti korupsi, khususnya yang ada di wilayah kabupaten gresik tersebut.

Salah satu aktifis Forum Kota (Forkot) Gresik, Ali Candi mengatakan, “Kenapa proses hukumnya kok berhenti, ini yang kita (Forkot Gresik) pertanyakan”, ujarnya kepada awak media potretjatimdaily.com, melalui telepon selularnya, Senin (16/12/2019) siang.

Ali menambahkan, “Padahal Nurul dolam (Mantan Kadiskes gresik) salah satu tersangka kasus korupsi dana puskusmas se kabupatan gresik pernah menyatakan bahwa wakil bupati gresik (HM. Qosim) juga ikut serta menerima dan menikmati dana haram tersebut tapi nyatanya nyanyian nurul dolam tak ada tindak lanjut”, tegasnya.

“Dimana, seperti kita ketahui bersama, bahwa UU Korupsi sudah jelas mengamanahkan, siapapun yang melakukan tidak pidana korupsi wajib di periksa dan di tindaklanjuti tanpa pandang bulu. Ada apa dgn kejaksaan ?”, ungkap Ali.

Masih menurut Ali, “bahkan denger-denger Nurul dolam rencana mau mengajukan banding, sebab dia merasa makan uang haram tidak sendiri tapi bersamaan dgn pejabat-pejabat lainnya”, pungkasnya.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, Pengakuan tersangka kasus korupsi dana jaspel di Dinas Kesehatan Pemkab Gresik, Nurul Dholam mengagetkan banyak pihak, meski hal tersebut sudah diprediksi sejak semula. Terutama saat Nurul Dholam mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat turut menerima aliran dana tersebut, termasuk Wakil Bupati Gresik, HM Qosim.

Sejumlah kalangan pun mendesak penegak hukum untuk serius menangani kasus ini. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, diminta tidak tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi pemotongan dana jasa pelayanan (Jaspel) BPJS di Dinas Kesehatan itu.

Untuk diketahui, nyanyian tersebut diungkap Nurul Dholam di depan Majelis Hakim saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (12/02/2019) lalu. Saat itu Dholam mengungkapkan bahwa sebagian uang hasil korupsinya mengalir ke kantong Wakil Bupati Gresik HM Qosim.

Selain mengalir ke kantong Wabup dan mantan Sekda Gresik, Djoko Sulistiyo juga disebut turut menerima uang hasil potongan Jaspel kapitasi BPJS Kesehatan sebesar 10 persen. Pejabat lain yang turut disebut Nurul Dholam ikut menikmati uang haram tersebut adalah Yetti, saat menjabat Kepala DPPKAD Gresik.

“Uang hasil korupsi potongan Jaspel BPJS tersebut mengalir ke Pak HM Qosim, Pak Djoko Sulistiyo dan untuk THR,” ungkap Nurul Dholam dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Wiwid Arodawanti.

“Ada juga uangya kita serahkan ke Bu Yetti sebesar Rp 170 juta dan ke Pak Muchtar, sekretaris DPPKAD Gresik Rp 30 juta total semuanya Rp 200 juta,” lanjutnya.

Seperti diketahui Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Nurul Dholam terjerat kasus korupsi terkait dana kapitasi Jaspel Kesehatan yang merugikan negara senilai Rp. 2.451.370.985.

Dan diduga dalam menjalankan aksinya, Nurul Dholam tidak sendirian. Berbagai kalangan memprediksi uang haram tersebut mengalir ke banyak pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gresik. (Jon Oi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed