oleh

Generasi Millenial Dominan di Jatim, GUBERNUR KHOFIFAH Siapkan Ini Untuk Ajang Pengembangan Skill

Struktur umur penduduk Provinsi Jawa Timur didominasi oleh Milenial dan Generasi Z. (Sumber Humas Pemprov Jawa Timur)

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (22/01/2021) | PUKUL 21.34 WIB

PEMERINTAHAN | Hasil sensus penduduk terbaru tahun 2020 telah dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Hasilnya menunjukkan, saat ini jumlah penduduk Jawa Timur mencapai 40,67 juta jiwa. Jumlah generasi millenial dan generasi Z hampir sepadan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa laju pertambahan penduduk Jatim mencapai 0,79 persen jika dihitung sejak tahun 2010 lalu. Dengan tingkat kepadatan penduduk provinsi Jawa Timur mencapai 851 jiwa per kilometer per segi.

Kota Surabaya masih menjadi daerah dengan jumlah penduduk tertinggi dengan 2,87 juta jiwa. Daerah berikutnya adalah Kabupaten Malang, Jember, Sidoarjo dan Banyuwangi.

Sedangkan yang paling rendah adalah Kota Mojokerto, dengan jumlah penduduk 132,43 ribu penduduk.

“Millenials Indonesia menurut Sensus Penduduk 2020 Badan Pusat Statistik sebanyak 25,87 persen sementara di Jatim 24,32 persen. Millenial menempati urutan tertinggi kedua terbanyak di Jatim, pertama masih generasi Z, tapi selisihnya tidak banyak, persentase generasi Z di Jatim 24,8 persen,” kata Khofifah, Jumat (22/01/2021).

Kondisi ini telah diperhitungkan oleh Pemprov Jatim. Di mana saat ini Pemprov Jatim telah menyiapkan program Millenial Job Center (MJC) berbasis Bakorwil. Yang tentunya menjadi wadah bagi millenial Jatim untuk mengembangkan skill.

“Tahun 2021 kami ingin ada kebangkitan millenial produktif. Ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari yang kami harapkan tahun 2023 akan menyerupai sandbox, silicon valley-nya Korea Selatan,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut jika dilihat berdasarkan jenis kelamin di Jawa Timur. Perempuan lebih banyak dibanding lelaki. Persentase jumlah perempuan mencapai 50,10 persen, lalu lelaki 49,90 persen.

Dari hasil sensus penduduk menunjukkan, persentase penduduk yang domisilinya sesuai dan tidak sesuai dengan kartu keluarga. Rinciannya, 93,13 persen atau setara 37,87 juta penduduk berdomisili sesuai kartu keluarga. Sisanya, 6,87 persen atau setara dengan 2,79 juta penduduk domisilnya tidak sesuai kartu keluarga.

Data sensus penduduk juga mengulas pegelompokan wilayah berdasarkan budaya yang merujuk pemikiran Ayu Sutarto. Yakni wilayah Mataraman, Arek, Pandalungan dan Madura.

Dari pengelompokan itu, persentase jumlah penduduk tertinggi ada di Mataraman. Yakni 34,62 persen. Selanjutnya Arek yang mencapai 38,86 persen, Pandalungan 24,67 persen, dan Madura 9,85 persen.

Khofifah merinci jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di Jawa Timur. Perempuan lebih banyak dibanding lelaki. Persentase jumlah perempuan mencapai 50,10 persen, lalu lelaki 49,90 persen. Rasio jenis kelamin penduduk 99,60.

Hasil sensus penduduk ini akan menjadi alat navigasi bagi Pemprov Jatim dalam menyusun kebijakan ke depan dengan melihat parameter dan data terbaru. Sebab data yang update akan sangat bermanfaat di segala sektor. Mulai pendidikan, kesehatan, sosial, budaya dan lain-lain. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed