BENTENG LIA’ terbentuk, NING LIA : Ini Kombinasi ‘SREG’ untuk Surabaya

 14 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (24/01/2020) | PUKUL 21.05 WIB

Perhelatan Pilwali Surabaya semakin mengerucut, dimana menunjukkan kandidat mana yang tetap bertahan dan mana yang perlahan mulai meredup.

Diantara yang masih bertahan adalah sosok yang dikenal mbonek namun memiliki jaringan relawan yang militan, yaitu Lia Istifhama atau disebut Ning Lia. Putri mantan ketua GP Anshor Surabaya era 1980-an, KH Masykur Hasyim ini.

Bahkan demi menunjukkan eksistensi jaringan relawan, Lia membentuk Barisan pEenguaTan nENG Lia (Benteng Lia) pada Kamis (23/01/2020) malam kemarin.

Bertempat di kediamannya, aktivis Millenial yang kental dengan darah Nahdliyin ini menjelaskan apa tujuan dari benteng Lia tersebut.

“Untuk konsep timses, saya cenderung menyukai istilah Barisan pENguaTan nENG Lia (benteng Lia). Secara teknis, benteng Lia ini sama halnya dengan timses yang umumnya dibentuk oleh para kandidat. Sengaja saya baru membentuk sekarang karena saya ingin berproses yang cukup bersama relawan. Bertaaruf lebih dalam dengan mereka selama ini. Itu kenapa tidak ujug-ujug dari dulu menyusun timses. Saya kira sekarang sudah tepat, yaitu waktu dimana teman-teman telah deklarasi dukungan di hotel Quds Desember lalu”, ujarnya kepada potretjatimdaily.com, Kamis (23/01/2020) kemarin.

Dan bagi Ning Lia, proses politik yang paling penting yah ini. Yaitu bersama sahabat relawan yang militan. Saya kira kurang menarik jika politik mengabaikan kekuatan jaringan relawan yang memiliki ketulusan. Karena memang salah satu poin utama keberhasilan suatu proses yah ada pada jaringan relawan yang militan.

“Dan karena ini sudah bulan Januari, otomatis sudah mendesak untuk membentuk struktur tim. Itu kenapa saya telah membentuknya sekarang. Harapan saya, benteng Lia ini merupakan pengejawantahan jaringan relawan secara keseluruhan”, jelasnya.

Lia juga menjelaskan siapa saja yang masuk dalam struktur benteng Lia tersebut.

Menurut Mantan Putri NU 2005 ini, “Saya ingin kombinasi yang pas dan sesuai kearifan lokal Surabaya. Yaitu Surabaya yang memang kental dengan nuansa hijau, sekalipun memang kemajemukan warna juga kental di kota ini. Jadi kombinasi adalah sreg, yaitu nasionaliS dan REliGius.

Ketua Perempuan Tani HKTI Jatim ini menambahkan, “Nasionalis adalah teman-teman relawan yang notabene jalur abangan dan rata-rata eks pendukung pak Jokowi, seperti pak Darmanto, Mbak Megawati yang merupakan ketua forum difabel, dan sebagainya. Untuk Religius, yaitu Cak Yusuf Hidayat. Beliau ini kader asli nahdliyin, memiliki jaringan bagus di partai juga, antara lain PPP dan Nasdem. Selain Millenial, cak Yusuf ini berdarah Surabaya campur Madura, yaitu Gus Yusuf Hidayat”, terangnya.

Ning Lia berharap, selain disamping mereka ada begitu banyak relawan hebat, kita bisa merangkul semua kalangan, lintas partai, lintas agama. Yang jelas bagaimana agar benteng Lia ini memiliki peran aktif bahkan bisa memiliki salah satu bagian penentu pasangan figur yang akan didapuk memimpin Surabaya selepas Pilwali 2020 ini.

Sementara itu, Sudarmanto, ketua relawan Surabaya ceria, menjelaskan bahwa Ning Lia yang ia jagokan, merupakan sosok yang bisa diterima semua kalangan.

“Ning Lia ini bisa dikatakan sudah kompleks, yaitu Bangjo. Dia merupakan sosok aktivis NU, keluarga NU, tapi massanya banyak yang dari abangan. Jadi ini alasan kenapa kami sebut ia diterima semua kalangan”, pungkasnya. (Spr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *