oleh

Berbicara UKM, Kadisperindag, Kadiskop UMKM dan Bank Jatim Kompak Menguatkan Jatim Berdaya

-All Post-656 views

 

-Foto : (ki-ka) Lia Istifhama, Kadisperindag Jatim, DR. Ir. Drajad Irawan, SE dan Kadiskop UMKM Jatim, DR. Mas Pornomo Hadi-

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY
SABTU (26/10/2019) | 23.45 WIB

Pekan bazaar Sejuta UKM di Maspion Square Surabaya, yang berlangsung sejak 11 Oktober segera berakhir pada 27 Oktober 2019 ini.

Momen yang diikuti puluhan pelaku UKM dari beragam wilayah di Indonesia, juga diramaikan berbagai event, seperti pelatihan membuat kue basah maupun talkshow-talkshow yang mengusung topik pemberdayaan UKM. Salah satu talkshow adalah yang berlangsung pada 24 Oktober kemarin.

Pemberdayaan UKM di tengah Revolusi Industri 4.0, menjadi topik dalam diskusi yang mendatangkan tiga narasumber, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, DR. Ir. Drajat Irawan, SE, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, DR. Mas Purnomo Hadi, dan Irwan Eka Wijaya dari Divisi Kredit Mikro Ritel dan Program Bank Jatim.

Dipandu oleh Lia Istifhama, ketua III STAI Taruna Surabaya, semua narasumber kompak menguatkan sosialisasi Jatim Berdaya.

Sementara itu, Purnomo Hadi, menjelaskan pentingnya memperhatikan potensi penjualan produk UKM.
“Pemprov Jatim mendukung pemasaran produk UKM dan Jatim memiliki banyak ruang pamer yang gratis bagi pelaku UKM”, ujarnya kepada potretjatimdaily.com, Kamis (24/10/2019).

Tapi yang perlu diperhatikan adalah perizinan produk UKM harus dipenuhi dan produk UKM yang dijual harus bisa mengikuti kebutuhan pasar.

Yaitu perhatikan harga yang sesuai kantong masyarakat dan kemasan juga harus menarik”, jelasnya dan kemudian membahas poin Nawa Bhakti Satya ketujuh, yaitu Jatim Berdaya dengan detail.

Sedangkan, Irwan Eka Wijaya, menjelaskan mengenai permodalan dan mengajak pelaku UKM lebih mempercayakan pada bank lokal, seperti bank Jatim yang memberi kemudahan pinjaman lunak 6 persen sebagai bentuk nyata Jatim Berdaya.

Drajat Irawan kemudian menjelaskan aplikasi Jatim Berdaya secara digital sesuai ruh Revolusi Industri 4.0.
“Empat aplikasi telah disiapkan oleh Pemprov jatim, di antaranya Aplikasi Sistem Informasi Pembelajaran dan Peningkatan Wawasan Perkoperasian (Sijawara), yang merupakan aplikasi berbasis android sebagai media pembelajaran Koperasi dan UKM”, ungkapnya.

Lalu, aplikasi One Pesantren One Product (OPOP) yang dimaksudkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis Pondok Pesantren melalui pemberdayaan Santri, Pesantren, dan masyarakat sekitar pesantren.

Aplikasi JATIM ISO, yang merupakan wadah bagi para pelaku UMKM untuk bertransformasi menjadi produk e-commerce melalui berbagai pelatihan pengemasan dan pemasaran.

“Kemudian yang keempat aplikasi TOMIKO yang merupakan aplikasi Toko Online Milik Koperasi berbasis android sebagai marketplace yang mempertemukan produk antar koperasi yang dikelola oleh Koperasi Sekunder,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nawa Bhakti Satya adalah 9 Program unggulan Gubernur Jatim Khofifah – Wagub Jatim Emil Dardak. Selain Jatim Berdaya, ada 8 point lagi, yaitu Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Sehat dan Cerdas, Jatim Akses, Jatim Berkah, Jatim Agro, Jatim Amanah dan Jatim Harmoni.

Program Kerja untuk terwujudnya Jawa Timur Maju Sejahtera tersebut, kembali ditegaskan oleh Gubernur Khofifah, dalam kata sambutannya, saat peringatan hari jadi ke-74 Provinsi Jawa Timur Tahun 2019, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (12/10/2019) lalu. (ARB).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed