BREAKING NEWS : Korupsi Anggaran 2012, Dirut, Direksi dan Dua Rekanan PDAM Giri Tirta Gresik di Periksa KPK

 524 views

Mobil diduga ditumpangi oleh pejabat PDAM Gresik saat mendatangi Kejati Jawa Timur, Selasa (30/3/2021).

KAB.GRESIK – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (31/03/2021) | PUKUL 07.09 WIB

Senin, 30 Maret 2021, malam, beredar kabar, soal Kasus Korupsi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, Tercatat, sedikitnya 12 orang dipanggil dan diperiksa oleh Lembaga Antirasuah itu di dua lokasi terpisah, di Surabaya.

Ke-12 orang yang menjalani pemeriksaan KPK itu, adalah Dirut, sejumlah Direksi, owner dua perusahaan rekanan dan petinggi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Kabupaten Gresik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada dua lokasi pemeriksaan itu, yaitu :

Untuk lokasi pertama, bertempat di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Kedua, di Kantor Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP) Jawa Timur.

Salah satu yang diperiksa adalah Siti Aminatus Zariyah selaku Direktur Umum (Dirut) yang masih aktif menjabat.

Selain Dirut dan sejumlah jajaran yang masih aktif menjabat, sejumlah nama petinggi PDAM lainnya juga dikabarkan ikut diperiksa.

Saat di konfirmasi melalui telepon selularnya, soal kebenaran informasi Dirut PDAM Siti Aminatus Zariyah diperiksa KPK,

Kepada potretjatimdaily.com, Humas PDAM Gresik M. Ismail membenarkan bahwa Dirut Risa, begitu biasa akrab disapa, telah diperiksa KPK.

“Iya, Mas, benar tadi pagi diperiksa di Surabaya,” ujarnya, Selasa (30/03/2021).

Sementara itu, secara terpisah, mantan Dirut PDAM Muhammad yang kini menjabat Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik juga disebut-sebut ikut diperiksa.

Tetapi, Muhammad membantah dan mengaku tidak tahu menahu.

Dirinya, (tidak diperiksa KPK), tapi sedang mengikuti Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati.

“Saya tidak tahu mas, tadi saya ikut LKPJ Bupati. Kalau terkait PDAM sampeyan tanya pihak PDAM langsung, “terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemeriksaan tersebut terkait laporan dugaan korupsi anggaran kerjasama PDAM dengan dua rekanan investor sejak tahun 2012.

Kerjasama PDAM dengan rekanan untuk membangun proyek di kawasan Driyorejo, pada September 2015 lalu oleh Chris Hadisusanto salah satu pensiunan PDAM.

Rekanan pertama adalah PT Dewata Bangun Tirta (DBT).

Perusahaan ini membangun proyek instalasi pengolahan air di Legundi, Driyorejo dengan investasi sebesar Rp 46 miliar.

Rekanan kedua adalah PT Drupadi Agung Lestari (DAL).

Perusahaan ini membangun proyek rehabilitation operation transfer di Krikilan, Driyorejo dengan investasi sebesar Rp 86 miliar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *