Cak Firman sebut Indonesia wajib peduli India, ini alasannya

 53 views

Firman Syah Ali, Bendahara Umum PW IA PMII Jawa Timur

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (08/03/2020) | PUKUL 10.45 WIB

Bendahara Umum Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur Firman Syah Ali yang akrab disapa Cak Firman angkat bicara tentang krisis India yang saat ini telah tewaskan 47 orang.

Menurut Cak Firman, Indonesia wajib peduli permasalahan tersebut karena lima hal :

Pertama, Amanat Pembukaan UUD 1945, yang diantaranya berbunyi “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Apabila Indonesia tidak peduli terhadap krisis India saat ini berarti kurang melaksanakan amanat preambule konstitusi tersebut.

Kedua, Indonesia merupakan salah satu tetangga dekat India yang cukup diperhitungkan dunia dalam berbagai aspek. Pengaruh besar Indonesia dalam percaturan politik dunia sebaiknya digunakan untuk mendorong perdamaian di India.

Ketiga, Kalau krisis kemanusiaan di India tersebut berlarut-larut, ada kemungkinan akan pecah konflik yang lebih besar yang akan libatkan beberapa negara. Jadi sebelum konflik tersebut membesar, sebaiknya Indonesia segera ambil peranan signifikan dalam upaya perdamaian India.

Keempat, Indonesia punya ikatan historis dan kultural yang tak terpisahkan dengan India. Bahkan dulu nama asli indonesia adalah India. Makanya samudera selatan indonesia bernama Samudera India, kemudian Belanda memberi nama wilayah jajahannya dengan nama India Belanda (Nederlansche Indie). Khilafah Turki Utsmani dalam korespendensi resminya menyebut wilayah kita ini Hindhis-Syarqiyyah yang berarti India Timur. Kekaisaran Mughal menyebut kita sebagai India Belakang. Karena dulu yang disebut sebagai India adalah Sebagian Afghanistan, pakistan, bangladesh, nepal, buthan, srilangka, sebagia asia tenggara dan Indonesia saat ini.

Kelima atau terakhir, adalah karena agama islam yang saat ini dianut oleh sebagian besar penduduk Republik Indonesia berasal dari India, tepatnya India Barat (Malabar-Gujarat). Para pedagang hadramaut menyebarkan ajaran islam ke pantai India Barat, dari Pantai India Barat kemudian disebar ke India Timur yang sekarang bernama Indonesia. Sedangkan penyebar islam di India Utara bukanlah pedagang hadramaut, namun tentara resmi khilafah arab. Makanya langgam islam india utara dengan india timur-selatan berbeda. Pada intinya Indonesia punya hutang sejarah ke India, karena agama-agama besar yang kini dianut oleh bangsa indonesia sebagian lahir di India dan sebagian tersebar melalui India.

“Berdasarkan lima alasan tersebut, rasanya aneh jika Indonesia tidak peduli dan tidak bersikap terhadap krisis India saat ini” pungkas Pengurus Harian PW LP Ma’arif Jawa Timur ini. (Red)

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (08/03/2020) | PUKUL 10.45 WIB

Bendahara Umum Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur Firman Syah Ali yang akrab disapa Cak Firman angkat bicara tentang krisis India yang saat ini telah tewaskan 47 orang.

Menurut Cak Firman, Indonesia wajib peduli permasalahan tersebut karena lima hal :

Pertama, Amanat Pembukaan UUD 1945, yang diantaranya berbunyi “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Apabila Indonesia tidak peduli terhadap krisis India saat ini berarti kurang melaksanakan amanat preambule konstitusi tersebut.

Kedua, Indonesia merupakan salah satu tetangga dekat India yang cukup diperhitungkan dunia dalam berbagai aspek. Pengaruh besar Indonesia dalam percaturan politik dunia sebaiknya digunakan untuk mendorong perdamaian di India.

Ketiga, Kalau krisis kemanusiaan di India tersebut berlarut-larut, ada kemungkinan akan pecah konflik yang lebih besar yang akan libatkan beberapa negara. Jadi sebelum konflik tersebut membesar, sebaiknya Indonesia segera ambil peranan signifikan dalam upaya perdamaian India.

Keempat, Indonesia punya ikatan historis dan kultural yang tak terpisahkan dengan India. Bahkan dulu nama asli indonesia adalah India. Makanya samudera selatan indonesia bernama Samudera India, kemudian Belanda memberi nama wilayah jajahannya dengan nama India Belanda (Nederlansche Indie). Khilafah Turki Utsmani dalam korespendensi resminya menyebut wilayah kita ini Hindhis-Syarqiyyah yang berarti India Timur. Kekaisaran Mughal menyebut kita sebagai India Belakang. Karena dulu yang disebut sebagai India adalah Sebagian Afghanistan, pakistan, bangladesh, nepal, buthan, srilangka, sebagia asia tenggara dan Indonesia saat ini.

Kelima atau terakhir, adalah karena agama islam yang saat ini dianut oleh sebagian besar penduduk Republik Indonesia berasal dari India, tepatnya India Barat (Malabar-Gujarat). Para pedagang hadramaut menyebarkan ajaran islam ke pantai India Barat, dari Pantai India Barat kemudian disebar ke India Timur yang sekarang bernama Indonesia. Sedangkan penyebar islam di India Utara bukanlah pedagang hadramaut, namun tentara resmi khilafah arab. Makanya langgam islam india utara dengan india timur-selatan berbeda. Pada intinya Indonesia punya hutang sejarah ke India, karena agama-agama besar yang kini dianut oleh bangsa indonesia sebagian lahir di India dan sebagian tersebar melalui India.

“Berdasarkan lima alasan tersebut, rasanya aneh jika Indonesia tidak peduli dan tidak bersikap terhadap krisis India saat ini” pungkas Pengurus Harian PW LP Ma’arif Jawa Timur ini. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *