Catatan LIA ISTIFHAMA : Mengingat Kembali Kemenangan Islam (Fathul Makkah) pada 20 Ramadlan 8 H

 14 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (12/05/2020) | PUKUL 19.29 WIB

Pembebasan Mekkah (bahasa Arab: فتح مكة, Fathu Makkah) merupakan peristiwa yang terjadi pada pada 20 Ramadan 8 H, ketika Rasulullah SAW beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun.

Peristiwa tersebut dijelaskan dalam kitab Shahih Bukhari, diantaranya hadis nomor 4066 sampai dengan 4101. Penaklukan kota Makkah dilakukan Rasulullah Saw beserta pasukan muslim ketika berpuasa dan mereka kemudian berbuka puasa di Kadid (suatu wilayah sumber air di antara Qudaid dan ‘Usfan).

Penaklukan kota (suci) Makkah ditandai dengan bacaan surah Al Fath oleh Rasulullah SAW.

Berikut penggalan ayat 1-3 surat Al Fath:
1. Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.
2. Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menjulukimi ke jalan yang lurus.
3. Dan agar Allah menolongku dengan pertolongan yang kuat (banyak).

Kemenangan telah dimiliki umat Islam, dan berhala berjumlah tiga ratus di dalam Ka’bah pun dihancurkan. Ka’bah (Baitullah) yang dibangun oleh Nabi Ibrahim as, kemudian bersih dari berhala. Sabda Rasulullah SAW: “Yang benar telah datang, dan yang batil tidak akan memulai dan tidak akan kembali.” (Hadis nomor 4077, Shahih Bukhari).

Poin penting dalam peristiwa tersebut adalah, bahwa umat Islam harus memiliki keyakinan atas sebuah kemenangan, termasuk ketika kita sekarang dilanda pandemi Covid 19, tentu harus yakin akan pertolongan Allah SWT. Kemenangan akan datang atas pertolongan dari Allah SWT, hal tersebut harus menjadi keyakinan diri kita.

Selain dapat kita mengambil hikmah surat Al Fath mengenai kemenangan dan pertolongan Allah SWT, dijelaskan dalam surat an Nashr ayat 1-2. “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.”

Oleh Umar Bin Khattab (Khalifah kedua setelah Rasulullah SAW wafat), bahwa Surat an-Nashr tersebut adalah pertanda akhir usia Rasulullah, yaitu bahwa Rasulullah sebagai nabi akhir zaman, telah mengantarkan Islam pada kemenangan. “Maka membacalah Tasbih dengan memuji Tuhanmu dan mintalah ampunan kepada-Nya” (Fasabbih Bihamdi Robbika wastaghfirh). Hal tersebut sebagaimana yang diterangkan dalam hadis nomor 4084

Kota Makkah disebut sebagai Tanah Haram, dijelaskan dalam hadis nomor 4085.

Sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya kota Makkah diharamkan (untuk berperang) oleh Allah, sedang manusia belum mengharamkannya. Tidak diperkenankan bagi seorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk menumpahkan darah dan memotong pepohonan di sana”.

Jadi maksud dari sebutan Tanah Haram sehingga masjidnya kemudian dinamai Masjidil Haram, itu dimaksudkan haramnya kota tersebur atas peperangan maupun penumpahan darah. Itu sebab kota Makkah menjadi kota suci selamanya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *