Dampak Covid-19, LIA ISTIFHAMA : Warga Berpikir Positif Dan Berinovasi Untuk Surabaya Gebyar

 5 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
RABU (01/07/2020) | PUKUL 12.48 WIB

Di tengah pandemi Covid-19, Surabaya akan melaksanakan Pilwali 2020 untuk memilih figur pemimpin yang di kehendaki warga Surabaya.

Dengan Tagline, ‘Energi Anyar Suroboyo Gebyar’, Lia Istifhama calon Walikota Surabaya 2020, ingin menyampaikan, bahwa di tengah pandemi Covid-19 yang akan memasuki era new normal, Surabaya membutuhkan energi baru sehingga Surabaya bisa kembali gebyar, bahkan bisa lebih gebyar sebelum pademi Covid.

Masyarakat Surabaya yang masih mengharapkan keberadaan sosok perempuan untuk memimpin Surabaya. Menurut Ning Lia, Ini hal yang positif, karena memang adanya suatu pasangan laki dan perempuan itu suatu kombinasi yang saling melengkapi. Dan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang sedang terjadi saat ini, baik itu di Pemkot Surabaya dan di Pemda Provinsi Jawa Timur yang di pimpin oleh perempuan, itu menunjukkan respon positif masyarakat terhadap mereka. Hal yang positif seperti ini tentunya bagi saya merupakan hal yang positif juga dan tantangan bagi saya untuk menjadi figur yang disukai oleh masyarakat, bukan hanya faktor perempuan, tapi karena kompetensi yang lain.

Menghadapi pademi Covid-19 dan akan memasuki era new normal, ibu-ibu berperan penting sebagai ‘Tiang Penyangga Kebahagiaan Keluarga’.

“Ibu-ibu berperan penting dalam mengatur keuangan dan kesehatan keluarganya. Saya harus mengakui peran penting ibu di keluarga. Karena ada kendala tapi kita harus mengambil hikmah. Sebagai contoh, kendala yang utama adalah sekolah anak melalui daring, kalau belajar jarak jauh itu tantangan bagi seorang ibu dimanapun,” tanggap Ning Lia melalui telepon saat ditanya media di Surabaya, Jumat (26/7).

Lanjut Ning Lia, siapapun seorang ibu di masa pandemi ini merupakan tantangan. Bagaimana dia benar-benar harus bisa menjadikan kualiti time bersama anak. waktu yang sangat penting. Bukan hanya mendekatkan diri pada anak, tapi bagaimana anak ini tetap terbangun mental, jiwa sosial walaupun dalam rumah, kemudian tidak sampai menjadi anak yang diperbudak oleh alat digital.

“Kita para ibu sudah melewati masa sulit, berarti kita sekarang harus benar-benar bangkit. Saya akan terus memotivasi para ibu untuk semakin kreatif inovatif. Saya juga kasik tanaman, dengan harapan ibu-ibu setelah masuk new normal, tanamanya dilanjutkan, yaitu tanam tanaman di rumah supaya sehat,” papar Ning Lia.

“Tanaman jahe, empon-empon itu saya bagi kemarin banyak. Harapan saya bisa terus dirawat, setelah new normal mereka punya tanaman di rumah,” jelasnya.

“Kita harus menjadi pribadi yang lebih positif dan peduli. Jadi orang itu jangan sampai merasa patah arang, aku dalam situasi sulit ya, tetapi sekarang waktunya kita keluar dari masa yang sulit. Kita harus positif, optimis, bahwasanya semua yang sulit itu pasti ada kemudahan setelahnya. Itu harus jadi keyakinan, kemudian peduli, berarti kita harus peduli dengan orang lain, peduli dengan kesehatan, dan sebagainya,” harapnya.

“Apapun keadaan kita saat ini jangan pernah menyerah. Allah selalu punya jalan keajaiban, dan sanggup mengubah segala sesuatu dari keterpurukan menjadi kemenangan,” pungkas Ning Lia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *