oleh

Dikunjungi Perempuan Tani HKTI, CJI: Ekspor Kami Bertujuan Membangun Perekonomian Negeri

PASURUAN – POTRETJATIMDAILY.COM
RABU (24/03/2021) | PUKUL 12.48 WIB

Tepat pada Rabu (24/3), Perempuan Tani HKTI Jatim dan DPC Kabupaten Pasuruan serta KH Makhrus yang merupakan tokoh setempat, melakukan kunjungan di PT. Chiel Jedang Indonesia, Rejoso, Pasuruan. Ditemui secara langsung oleh GM Umum PT. CJI Warih Prabowo yang didampingi manajemen CJI, yaitu Dlahir, imron Gunawan, Joko, dan Herlijanto, rombongan mendapatkan wawasan tentangprofil perusahaan serta ekspor yang sudah dilakukan CJI selama ini.

“Perusahaan ini milik Korea selatan dan berada di sini dengan tujuan membangun komitmen ‘Berkontribusi pada perekonomian Indonesia dan Maju berkembang bersama Indonesia’. Perusahaan ini bergerak dalam banyak bidang, diantaranya makanan yaitu bakery, snack, penguat rasa makanan. Kemudian juga ada beragam produk minuman, bioteknologi, makan ternak serta penguat pakan ternaknya, logistik, bioskop, asam amino, lysine, dan sebagainya”, jelas Warih kepada rombongan PTHKTI, yaitu Dr. Lia Istifhama, Nikmah Jamilah, Veronika Ninik, Eva Fauziyah.

Perempuan Tani HKTI Jatim saat meninjau PT. Chiel Jedang Indonesia, Rejoso, Pasuruan, Rabu (24/03/2021)

Pasuruan,m jombang
Asam amino, produk penguat rasa, penguat pakan ternak, lysine, pocari sweat.

Bahan dari mana : tous les jours, kegiatan sosial juga utk amsyarakat nggih?

Perusahaan yang rutin menyelnggarakan kejuaraan pencak silat maupun kompetisi seni dan olahraga lainnya tersebut, baru-baru ini telah mendapat penghargaan dari Gubernur Jatim sebagai ekkportir terbaik yang telah menyumbang 400 juta us dollar untuk Indonesia.

“Bahkan kami juga menambah wilayah ekspor baru, yaitu Finlandia dan Yunani. Penghargaan Gubernur ini merupakan pencapaian prestasi kami untuk kedua kalinya setelah tahun 2012 lalu kami telah mengoperasikan pabrik monosodium glutamate terbesar di Indonesia”, tambah Warih.

Sedangkan Dlohir selaku HR PT. CJI menjelaskan beragam kegiatan sosial yang dilakukan oleh CJI.

“Kami juga turut mencegah penyebaran virus corona melalui beragam kegiatan, mulai dari preventif yaitu promosi, edukasi dan kegiatan sosial lainnya pada masyarakat sekitar, hingga kuratif melalui kerjasama dengan rumah sakit pasuruan. Secara internal, kegiatan screening masih kami lakukan secara ketat, mulai dari cek suhu, memastikan penggunaan protokol kesehatan, memberlakukan jaga jarak, meningkatkan antar jemput karyawan, pembagian jam makan, dan memberlakukan isolasi mandiri bagi karyawan yang reaktif. Sedangkan mengenai kegiatan CSR, ada beragam kegiatan CSR, diantaranya PHBI dan hari lebaran, santunan anak yatim, paket ramadlan, bantuan APD serta alat semprot disinfektan, dan sebagainya”, ujar Dlahir.

Sedangkan Imron yang merupakan Humas di PT. CJI, menjelaskan kegiatan sosial terkait pertanian dan lingkungan”

“Dalam bidang pertanian dan lingkungan, kami juga turut melakukan normalisasi sungai rejoso, baku mutu udara dan limbah oleh lembaga independen, penyediaan air bersih melalu pompa air bersih untuk dusun Sarirejo, Kemantrenrejo, dusun Sedengan, dan dusun Ngemplak, serta membantu aliran tambak masyarakat sekitar. Kami juga memberikan bantuan hidroponik pada masyarakat, selain kegiatan sosial lainnya seperti bantuan makanan sehat, membangun masjid, dan sebagainya.”

Sebagai eksportir terbesar yang pastinya membutuhkan pasokan bahan baku yang besar, CJI Pasuruan yang diwakili Warih Prabowo, menjelaskan bahwa bahan baku sebagian dari petani lokal sebagian impor, meski sebenarnya CJI berharap sepenuhnya pasokan bisa dari bahan lokal.

“Bahan baku yang digunakan perusahaan sangat varian, diantaranya tetes tebu yang sepenuhnya diambil dari petani lokal melalui PTPN. Namun sayangnya, tepung tapioka yang berasal dari ketela pohon, saat ini sepenuhnya justru kami import. Dulu sebenarnya pernah kami mendapatkan pasokan dari Lamongan untuk kemudian diolah di pabrik kami yang berlokasi di Tuban. Tapi ternyata dalam perjalanan, tidak mencukupi secara kuantitas. Hal ini sangat kami sayangkan. Padahal kami tentunya lebih senang jika pasokan bisa didapat dari petani lokal sehingga lebih maksimal membantu petani dan efisien dari biaya akomodasi import.”

“Terlebih ketela pohon, jika secara kuantitas yaitu 1.000 ton sehari dan secara kuantitas sesuai kebutuhan industri, maka pasti hasil panen lokal akan kami utamakan. Kami sangat berharap petani meningkatkan spirit menanam tanaman ketela karena ketela multi fungsi. Sebagai contoh, untuk kulitnya bisa digunakan untuk pakan ternak”, pungkas Warih.

Lia Istifhama selaku ketua DPD PTHKTI Jatim, menanggapi fakta tersebut sebagai fakta yang penting untuk diketahui banyak pihak.

“Sangat penting untuk menjadi pengetahuan bagi petani mengetahui spesfikasi ketela atau hasil pertanian lainnya yang bisa difungsikan untuk industri. Selain itu, pendampingan dan kerjasama yang baik semua pihak sangat penting. Sebagai contoh, jika ada oknum yang mempermainkan harga, resikonya bisa negatif, yairu resiko membuat petani tidak bergairah jika harga diturunkan sehingga kualitas pertanian pun turun”, jelasnya.

Lia juga menambahkan bahwa PT. CJI yang memiliki karyawan 15.000 yang tersebar di berbagai lokasi Indonesia, patut diapreasiasi.

“Banyak kegiatan sosial yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian pada masyarakat lokal. Selain itu, mereka jika impor, maka impornya hanya sesuai kebutuhan dan bersumber dari dana perusahaan sendiri. Jadi mereka telah menjalankan fungsi perusahaan secara tepat sesuai kapasitas dan kebutuhan.”

Sedangkan Nikmah Jamilah menjelaskan bahwa PT CJI memang secara nyata telah berkontribusi pada masyarakat sekitar Pasuruan.

“Banyak warga yang telah tersentuh dengan kegiatan sosial PT. CJI. Dan kami dari PTHKTI berharap bisa sinergi mengembangkan produk pertanian lokal seperti pepaya california sesuai kebutuhan CJI, tentunya dengan membangun komunikasi dan sinergi yang intens.”

Sebelum acara ditutup dengan sesi ramah tamah, Warih menjelaskan harapannya agar keberadaan PT CJI semakin menguatkan produktifitas masyarakat sekitar.

“Seperti contoh lele, hidroponik, dan tanaman anggrek. Kami ingin masyarakat mengembangkan itu sesuai kapasitasnya dan coba dijual di karyawan kami. Itu contoh simpelnya. Dengan bertahap, pasti menguatkan spirit mereka untuk semakin meningkatkan produktivitas tersebut.” (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed