Diprediksi akan dampingi Ery Cahyadi Sebagai Bacawawali, SAHABAT K1P SURABAYA: Kasihan bu Risma

 10 views

Hamedi, SE, Ketua Relawan Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya.

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SENIN (09/03/2020) | PUKUL 06.19 WIB

Munculnya prediksi soal Walikota Risma yang kembali dicalonkan sebagai Bacawawali Surabaya 2020, Jelang diumumkannya Rekomendasi Pasangan Calon oleh PDI-P itu, sontak menuai beragam reaksi.

Seolah ingin mengulang sejarah kemenangan saat Pilwali 2010 lalu, Partai Besutan Megawati itu semakin santer terdengar bakal menyandingkan Risma dengan Bacawali, Ery Cahyadi (Kepala Bappeko Surabaya) diajang Pilwali 2020 nanti.

Terpisah, Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya, Hamedi, SE, ikut angkat bicara.

Hamedi menyatakan bahwa memang tak ada peraturan atau Undang-undang yang dilanggar. Jadi, sangat terbuka peluang bagi Risma sebagai Bacawawali Surabaya.

“(Jadi) peta Politik di Kota Surabaya, saat ini masihlah sangat cair dan Dinamis. Namun, apabila benar, maka (Remidi Politik, Red) itu lebih merupakan sebagai satu Bentuk “punishment” buat Risma, sebagai Petugas Partai,” ujarnya melalui sambungan telepon selular saat dikonfirmasi oleh potretjatimdaily.com, Senin (09/03/2020) siang.

Sementara itu, saat ditanya soal Kegagalan Risma sebagai Petugas Partai,

Lebih lanjut Pria yang juga Mantan aktivis Pro Reformasi 1998 Jawa Timur ini, menambahkan, “Ada tiga Kegagalan Risma, sebagai salah satu pengurus partai di jajaran DPP PDI-P dalam melakukan Kewajibannya,” tegasnya.

“Yang Pertama, Kegagalan Risma dalam melakukan Konsolidasi partai, sehingga ikut memicu terbentuknya dua faksi (selain faksi Risma) di tubuh DPC PDI P Kota Surabaya, yaitu Faksi Bambang DH (Mantan Walikota Surabaya) dan Faksi Whisnu Sakti Buana (Wakil Walikota Surabaya). Kedua, Risma dianggap gagal mengutamakan Kader Internal Partai dalam Proses Kaderisasi Partai, sebagai sosok penggantinya,” tandas Ketua Forum Komunikasi Warga Eks Lokalisasi Surabaya ini.

“Terakhir, Ketiga, sebagai bagian dari penguatan Di Jawa Timur 2024, Risma dianggap gagal dalam mengamankan titipan kepentingan untuk memenangkan Kader genuine Cawagub Jatim, Puti Guntur Soekarno saat pilgub Jatim 2018 lalu, serta memuluskan langkah (Puti Guntur Soekarno, Red) sebagai Cawali potensial saat pilwali Surabaya 2020.

Saat Berbicara soal peluang bagi Pasangan Calon yang diusung PDI-P, dengan Risma sebagai sosok Bacawawalinya,

Ketua Koperasi Pedagang “Sememi Makmur Sejahtera” Pasar Sememi Benowo Surabaya ini, membenarkan akan terbukanya peluang dalam meraih Kemenangan bagi Pasangan dengan Bacawawali, Risma. Sebab, Sosok Risma sebagai vote getter tak perlu disangsikan lagi.

Namun, walaupun demikian, Hal itu, tak akan berpengaruh banyak kepada Pemilih yang rasional dan idealis Surabaya.

Terakhir, Hamedi mengingatkan kepada Risma, agar jangan terkejut, jika akan viral sebuah ungkapan, ” Risma itu wes keblinger (melampaui batas, Red). Pilihlah calon pemimpin yang “nggak keblinger” lan “nggak mblengeri” (membosankan)

“Kasihan bu Risma, dengan terpaksa, harus mau (untuk dicalonkan sebagai Cawawali Surabaya, Red). Padahal, (Risma) sempat menolak tawaran Cawagub saat pilgub Jatim 2018 lalu dan (Risma) menolak tawaran Jabatan Menteri dari Presiden Jokowi,” pungkasnya.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, melalui Rakernas ke-V PDI-P di Bali, saat Risma, diangkat menjadi Petugas Partai dengan dipercaya menduduki Posisi sebagai Ketua Bidang Kebudayaan DPP PDI Perjuangan tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *