Ditengah Pandemi Covid-19, ISCCI : Luar Biasa, Strategi Jitu Presiden Jokowi

 20 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (24/04/2020) | PUKUL 14.08 WIB

Luar biasa,, rupiah menunjukkan taringnya dan semua ternganga melihat betapa perkasanya mata uang ini. Bayangkan, dalam seminggu rupiah mengalami penguatan yang signifikan terhadap semua mata uang dunia.

Dalam seminggu, 5 kali rupiah terus dan terus menguat meninggalkan mata uang negara lain dengan laju mempesona. Rupiah menjadi salah satu mata uang paling perkasa justru disaat dunia sedang meredup.

Dengan rupiah pada 15 April telah menyentuh 15.550 per dolar, target BI membuat rupiah menjadi 15.000 per dolar pada akhir tahun ini sepertinya bukan hisapan jempol, bahkan sudah akan tercapai jauh sebelum tahun ini berakhir.

Mudah kita berbicara dan kemudian membuat para skeptis mengerti, namun kepada para pembenci, sulit..!! Terlalu banyak ruang kemarahan mereka bangun sehingga logika dan nalar tak lagi mendapatkan tempat.

Rupiah menguat bukan karena satu dua sebab saja, BI intervensi contohnya. Sama dengan bagaimana kelakuan kita ditengah masyarakat yang menyebabkan kita menjadi diterima atau justru ditolak, adalah tentang kepercayaan dan penilaian orang lain.

Kepercayaan adalah kunci. Kita berbaju gamis tapi kelakuan kita mengkafir kafirkan orang yang ga sepaham dengan kita, pasti membuat kita ditolak bahkan akan ditakuti. Itulah perilaku manusia, seperti itu pula perilaku pasar.

Penilaian dan cara penerimaan seperti itu adalah sifat universal manusia. Baik buruk dan reject welcome sudah tertanam pada setiap orang dalam mecari keselamatannya.

Pasar adalah tentang perilaku manusia ekonomi dalam mencari untung dan ujungnya adalah masalah rasa aman dan nyaman dalam berinvestasi. Pada rasa aman dan nyaman inilah keselamatan investasinya ada disana.

Pasar sedang menoleh ke Indonesia. Para pemilik uang sedang mencari kandidat tepat bagi mereka berinvestasi.

Mengapa Indonesia?

Saat Covid-19 melanda semua negara, semua orang, termasuk para pelaku pasar berebut selamat. Tak ada satu negarapun dipercaya mampu menangani bencana ini.

Sembako adalah bahan pokok makanan yang tiba-tiba menjadi rebutan banyak orang. Demi tertimbunnya sembako dirumah, banyak orang akan menjual apapun yang kemarin menjadi miliknya.

Dolar sebagai mata uang dunia, tidak lain dan tidak bukan adalah “sembako” bagi para pelaku pasar dan orang-orang kaya. Mereka menjual apapun yang kemarin juga menjadi miliknya demi menimbun dolar.

Secara naluri, mereka hanya sedang mencari selamat. Mencari aman terhadap sesuatu yang tak dapat mereka prediksi.

Sejak saat itu, semua mata uang dunia rontok terhadap dolar, termasuk Rupiah didalamnya. Intervensi oleh bank-bank devisa milik negara manapun tak mampu membendung laju penguatan dolar. Rupiah terjun bebas hingga lebih dari Rp 16.000/dolar.

Kekhawatiran Indonesia akan bangkrut dan kemudian pemerintahan Jokowi tergulung badai tersebut sempat menjadi ketakutan banyak pihak. Sebuah ketakutan yang masuk akal karena tidak seorangpun presiden dari sebuah negara dimanapun pernah mengalami kekacauan seperti ini.

Desakan lockdown langsung mengggema ketika awal maret 2 warga Depok positif terinveksi Covid-19 langsung bergaung dan terus diulang dari seluruh lawan politiknya.

Serius.., ini adalah anomali, ini spontanitas warga negara yang aneh. Disaat warga dunia bersatu dengan pemerintahnya, di Indonesia, tempat dimana kita tinggal dan hidup, justru syahwat politik menjadi hal paling penting yang segera harus disuarakan. Luar biasa…

Mau tak mau, suka tak suka, peristiwa ini dibaca oleh para pelaku pasar. Rupiah makin merosot adalah bukti ketakutan dunia usaha terhadap masa depan kita. Sentimen negatif pasar adalah bentuk jawaban jujur para pelaku pasar terhadap ketidak percayaan terhadap nasib negara ini.

Namun sungguh luar biasa seorang Jokowi, dengan sangat tenang semua dihadapi. Tak ada tampak raut muka takut apalagi khawatir terhadap situasi ini. Hanya raut muka capai tertampak, namun justru itulah gambaran Presiden serius bekerja.

Secara perlahan, bukan dia tergiring dan kemudian terjebak oleh opini dan desakan oposisi, dia justru mengunci semua gerakan lawan politiknya. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya sebagai jawaban atas cemoohan, tak ada ekspresi gugup tampak dari wajahnya ketika para senior menderanya.

Tiba-tiba Presiden memberlakukan Perppres No 1 tahun 2020. Bukan lockdown seperti yang mereka desakkan, bukan pula darurat sipil yang mereka tolak.

Tiba-tiba Presiden punya kekuasaan sangat besar, tiba-tiba Presiden juga memiliki dana yang berlimpah bagi penanggulangan bencana Covid-19 ini.

Presiden dengan sangat cerdas mampu berkelit pada tikungan yang sangat tajam dan disana para lawan politiknya terjatuh diam tak bersuara lagi.

Dari sini investor dan pelaku pasar melihat Indonesia. Kepastian bahwa Presiden benar sebagai pemegang kendali kekuasaan di saat krisis dan pada waktu bersamaan memiliki uang mengatasi Pandemi ini telah terbukti kebenarannya.

Apa ukuran mereka sudah percaya?

Dalam seminggu kemarin rupiah menguat adalah salah satu bukti iklim investasi di negara kita mengalami perkembangan positif.

Luar biasanya, tak ada angin tak ada hujan, baru beberapa saat yang lalu Menteri keuangan mengumumkan bahwa Indonesai berhasil menerbitkan Global Bond dengan tenor 50 tahun dalam mata uang dolar.

Apa artinya?

Atas penerbitan global bond itu, Indonesia langsung naik pangkat dalam hal sebagai tempat aman bagi tujuan investasi. Moody’s Investors Service serta merta menetapkan peringkat “Predikat Stabil untuk Jangka Panjang” kepada Indonesia.

Demikianlah setelah rasa aman atas kondisi paling ditakuti lepas, Presiden membuka data resmi dari COVID-19. Tak ada teriakan marah dan takut masyarakat atas 10.482 orang yang berstatus PDP , sementara jumlah orang yang dalam status ODP mencapai 139.137 dan yang meninggal adalah 459 orang.

Atas semua peristiwa ini, Presiden bersama jajarannya telah terbukti mampu membuat Indonesia mendapatkan jalan bagi masa depan yang lebih pasti disaat negara lain tertatih letih meraba dalam gelap tanpa kepastian jalan keluar dari pandemi Corona (Covid-19) ini. (Red)

Semoga bermanfaat Untuk Semua

# Penulis adalah Direktur Executive Nasional Institution Social Crisis Center Indonesia (ISCCI)

M. Rosidi, S.Ag, M.Ap, ( Direktur Executive Nasional ISCCI )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *