Do’a Warga Kota Korban Janji

 9 views

Akhirnya, Pemerintah Kota Surabaya hanya membangun Taman Anggrek di lahan kosong yang berlokasi disisi barat bekas komplek lokalisasi Moroseneng Sememi Surabaya.

Dan bukannya, berdiri di lahan eks bangunan atau lokasi tempat praktek prostitusi itu, turun temurun ditekuni.

Lahan yang sebenarnya tak kosong kotor terbengkalai,

Namun, di sana telah berdiri puluhan bangunan semi permananen – yang hampir berbentuk menyerupai rumah – yang telah berpuluh puluh tahun ditempati – kini, dibongkar paksa demi berdirinya Taman anggrek.

Rumah-Rumah yang berdiri jauh lebih lama dari eks wisma kemarin itu berdiri.

Hari ini, itu semua sekarang rata dengan tanah berganti Taman transit bibit anggrek – yang tak pernah ternikmati.

Taman anggrek yang tak pernah bisa kami rasakan azas manfaatnya di tempat kami direlokasi – di rusunawa Tambak Oso Wilangun kini kami berdomisili.

Tanpa pernah nikmati janji akan beralih ke profesi substitusi sebagai pengganti, sebagai janji yang ditepati

Selamat ibu walikotaku,

Kini, baru kami tersadar akan arti dari program alih fungsi lokasi.

Yang awalnya lokasi eks bangunan wisma berdiri – hari ini beralih lokalisi menjadi Bangunan mangkrak – yang rusak dan tak berpenghuni

Dan yang awalnya lokasi bangunan mirip rumah dimana kami hidup berdomisili – hari ini beralih lokasi menjadi taman anggrek – yang tak dapat untuk kami nikmati

Sedangkan, sebagian besar eks bangunan Wisma yang sudah dibeli oleh Pemkot Surabaya itu – memang sengaja dibiarkan tanpa pernah dimanfaatkan.

Mungkin, tercatat hanya satu saja eks wisma itu – yaitu eks Wisma Barbara saja – yang telah disulap.

Berhasil dirubah menjadi tempat budidaya atau tepatnya lokasi transit saja – dari bibit-bibit anggrek – yang didatangkan dari daerah asalnya – Kota Batu Malang.

Berhasil Menambah koleksi lahan kosong diantara eks Wisma – yang lebih dulu – disulap menjadi lapangan futsal ukuran mini.

Atau berhasil menambah koleksi bangunan pengganti – yang juga berupa lapangan futsal – tapi, dengan ukuran yang sedikit lebih besar dari sebelumnya.

Cuman itu saja, seingat saya yang lebih dari sekitar empat puluh tahunan – lahir, besar, timbuh, berkembang dan akhirnya – Rasakan Kecewa juga di sini.

Lamanya menunggu proses menepati janji oleh Walikota Risma kepada warga terdampak, sangat terasa tak sepadan.

Terhitung sejak hari jum’at, 20 Desember 2013 – sampai dengan hari ini – hanya itu saja yang berubah.

Sejak hari itu, para mucikari – telah terima dana kompensasi dari – Anggaran APBD Provinsi Jawa Timur.

Dilain sisi, Para PSK pun telah terima dana serupa dari Anggaran APBN Kementerian Sosial RI – sebagai kompensasi –

Dan sejak hari itu, program alih fungsi lokasi dan alih profesi – telah memaksa saudara kami – tak lagi beraktifitas ekonomi kembali.

Hanya, bisa ‘menunggu’ akan terima kompensasi – hanya bisa ‘menanti’ Kompensasi Dana Janji – Janji, Kompensasi Janji dari Pemerintah Kota Surabaya.

Sementara itu, berbicara soal alih profesi – ibarat sebelas dua belas – dengan program alih fungsi lokasi

Bukannya di alihkan profesi kami dengan profesi substitusi pengganti

Yang ada, malah dialihkan profesi dari Pedagang PKL, pelaku UKM dan Profesi non formal lainnya yang kami tekuni saat itu.

Ternyata, setelah sempat Beralih selama tujuh tahun menjadi profesi ‘Menunggu’ janji yang ternyata tak hanya tak pasti – akan tetapi juga hingga saat ini masih diingkari.

‘…Menanti kejujuran, harapkan kepastian, hanya itu yang dapat kami lakukan..’

Mungkin saja, petikan syair dari lagu bernuansa country hasil karya Iwan fals ini – mampu sedikit jelas menggambarkan.

Tergambar jelas – akan lamanya ber proses menunggu dari kejujuran untuk menepati

Hanya bisa Menunggu ‘Kepastian’ akan perbaikan nasib – dari Keberanian Berbuat ‘jujur’ oleh Walikota Risma.

“..Dan ketahuilah olehmu akan tiga tanda-tanda orang munafik – yaitu, apabila berkata Ia dusta, apabila berjanji Ia ingkari dan apabila dipercaya Ia khianat…’

Doa kami, semoga dilain waktu, dilain kesempatan dan dilain dimensi – tak ada lagi ada warga jadi korban janji

Semoga kita semua terhindar dari yang demikian

Salam hormat, dari kami
atas nama Warga Kota korban janji
Ketua FK – WELS Surabaya

( H A M E D I, SE )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *