Elektabilitas Parpol Diukur Dengan Suara Millenial, Nama Ning Lia Dinilai ‘Patut’ Sebagai Nahkoda PPP Jatim

 334 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (15/04/2021) | PUKUL 21.09 WIB

TOKOH | Pasca pernyataan dari Aprilia, Seketaris Al-Manar House Institute, yang memunculkan nama Ning Lia (Dr. Lia Istifhama. M. E. I) sebagai kandidat yang dianggap mampu mendongkrak elektabilitas PPP, maka nama Ning Lia pun kembali dibicarakan publik.

Terlebih dalam sosial media, wacana tersebut mendapatkan respon dari para loyalis Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Aprilia sendiri, pernah menyampaikan dalam sebuah media online, Sabtu (10/04/2021) lalu, bahwa ning Lia dinilai
mampu mengangkat citra PPP di tiga basis besar yaitu Petani, Pemuda (Millenial), dan Perempuan.

“Tentunya, terobosan bakal banyak dilakukan oleh PPP Jatim karena Ning Lia dikenal sebagai sosok yang supel, santun, inovatif dan gesit. Apalagi, PPP dan Almarhum KH. Masykur Hasyim sampai kapanpun tetap erat karena beliau simbol PPP Jatim, manakala putrinya memimpin itu, maka PPP berpotensi masuk lima besar partai di Jawa Timur,” ujar Aprilia saat itu.

Pernyataan Aprilia sangat sesuai dengan kebutuhan politik saat ini, bahwa elektablitas partai diukur dari basis suara pemuda (millenial).

Hal ini memantik respon banyak kalangan. Seperti disampaikan oleh Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P), Hamedi, via seluler, Kamis (15/04/2021) yang terang-terangan mengakui akun sosmednya dibanjiri komentar pasca dirinya mengupload berita soal wacana ning Lia sebagai calon nahkoda DPW PPP Jatim.

“Banyak yang komentar dan ini bukan akun abal-abal, contohnya dari akun Ady Satwo Nurtafip yang jejak digitalnya sangat jelas, yaitu kader PPP dari Jember dan akun bernama Fahrudin.”

Jejak digital memang menunjukkan bahwa Ady Satwo menulis komentar: “Untuk Kebaikan partai PPP kedepan, khususnya di Jawa Timur sangatlah diperlukan sosok yang punya integritas, loyalitas, intelektualias, dan berkwalitas dan punya hubungan yang sangat dengan penguasa di jawa timur, sosok neng lia istifhama insya Allah punya itu.”

Sedangkan Fahrudin menulis: “Saya sebagai simpatisan dan anak dari Keluarga PPP SELAWASE sangat mendukung ning Lia, PPP Insya allah bisa hanyalah dengan cara dipimpin tokoh yang layak menjadi panutan.”

Isu tersebut juga direspon dengan cepat oleh Gus Yusuf Hidayat yang pernah menjadi ketua Benteng Lia saat Pilwali Surabaya 2020.

“Banyak tokoh lintas partai politik berbagai warna yang menghubungi saya menanyakan perihal arah politik ning Lia. Tapi saya tidak berani menyampaikan pada ning Lia karena saya lihat beliau sedang memilih sibuk di kegiatan sosial dan pendidikan. Saya takut menganggu konsentrasinya. Namun jika kemudian muncul namanya dalam bursa calon Ketua DPW PPP Jatim, maka ini pertanda bagus untuk PPP,” terangnya.

“Saya ini dulunya kader PPP, kader KH. Masykur Hasyim. Dan banyak yang juga memiliki sejarah seperti yang saya rasakan. Jadi kalau sampai ning Lia yang terpilih Ketua PPP, sangat mungkin ada gelombang hijrah masuk PPP lagi. Ning Lia ini bukan hanya kultur NU nya kuat, tapi aura merangkulnya sangat kuat. Saya yakin, kalau PPP ingin besar, maka ini saatnya. Yang tua yang muda, saya yakin ning Lia bisa merangkul semuanya karena orangnya sangat telaten,” tambahnya.

Tokoh Muda Nahdliyyin tersebut juga menambahkan kemungkinan Ning Lia menerima ‘lamaran’ partai non PPP.

“Saya tidak menakut-nakuti ya, tapi hanya mengingatkan. Kalau ning Lia orangnya tidak mentoloan. Saya kuatir, kalau ada partai tertentu yang bisa mendekati ning Lia lewat keluarganya dan karena ning Lia sangat sayang ke keluarga, maka jangan terkejut. Jangan disalahkan jika ternyata ning Lia harus berada dalam sebuah wadah Parpol tertentu karena beliau ini tidak suka ribut, seperti ditanya-tanya kenapa milih partai ini atau partai itu,” pungkasnya.

Dari unsur kerabat, yaitu Arief Leo, menyampaikan bahwa salah satu partai besar menyebut nama ning Lia ‘telah dikunci’ dalam kepengurusannya.

“Cukup santer partai ini telah mengunci nama ning Lia. Saya sendiri kaget, karena setahu saya banyak sekali yang mencoba mendekatinya. Tapi ini kok berhasil? Lantas saat saya tanyakan pada ning Lia langsung, dia cuma tersenyum. Orangnya memang easy going dan ingin baik dengan semua pihak. Tapi saya sendiri lebih mendukung ning Lia fokus mengurangi ritme politik praktis karena karakter pribadinya jauh dari kata ambisius.” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *