FORDIFA INDONESIA : Apresiasikan Cinta NKRI, Rencana Launching Album Sang Diva

 45 views

 

-Foto : Ketua Fordifa, Megawati bersama Difable-

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY
MINGGU (13/10/2019) | 13.00 WIB

Kepedulian, Kandidat Cawawali Surabaya 2020, Lia Istifhama, kepada Penyandang Disabilitas memang tak perlu di ragukan lagi.

Itu bisa dilihat, dengan hadirnya, salah satu sosok anggota tim pemenangan Ning Lia, begitu akrab Lia Istifhama di sapa, yang kerap terlihat mendampingi.

Sosok Difable itu bernama Megawati, Ibu dua anak ini, terlihat selalu energik ikut menyapa warga bersama Keponakan Gubernur Jatim, Khofifah tersebut.

Bagi Kandidat Doktor UINSA Surabaya ini, Sifat kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan itu, adalah buah dari bentuk Asuhan/ajaran di lingkungan Keluarga besarnya, yang didapat nya sedari usia dini.

Dan Sifat kepedulian inipun, ternyata kita ketahui bersama, juga dimiliki oleh bu Khofifah,

Yang Jelas terlihat dari serangkaian tugas di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jatim, yang ditunaikan oleh mantan menteri sosial ini, dalam membantu penyandang Disabilitas itu,

Awak media potretjatimdaily.com, berkesempatan, mewawancarai secara eksklusif, Ketua Fordifa, Megawati, saat menghadiri undangan Gubernur Jatim, Khofifah, di acara peringatan HUT Ke-74 Pemprov Jatim Tahun 2019, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (12/10/2019) kemarin.

Ditanya soal motivasinya mendampingi Aktifitas Ning Lia,

Aktivis sosial Jawa Timur ini, mengatakan, “Saya melihat ada harapan besar dari satu bentuk kepedulian nyata dari sosok calon pemimpin, Surabaya”

“Dan itu semua ada di Ning Lia, dan dengan berjalan beriringan (semua) harapan itu akan terwujud”,

Bicara Kepedulian Pemerintah Kota Surabaya kepada penyandang Disabilitas,

Mega Menjelaskan, “Program serta kebijakan yang telah diambil oleh Pemkot Surabaya, belum secara substansi mengena pada pokok permasalahannya”, tegasnya.

“Begitupun juga, masih kecilnya bentuk peran serta dari pihak swasta, ditambah lagi perlakuan diskriminatif kerap kami (penyandang Disabilitas) rasakan”.

Menurut Mega, “Kesetaraan sebagai manusia seutuhnya serta diijinkan ikut berperan aktif dalam proses pembangunan yang berkesinambungan, sampai hari ini hanyalah sebuah retorita belaka bagi kami”

“Ini semua bisa dilihat dari minimnya alat bantu bagi kami, difable yang seharusnya terpasang di fasilitas umum milik pemkot, untuk memudahkan (difable) beraktifitas”,

Relawan Jokowi-Amin saat pilpres 2019 kemarin berharap, Bila nantinya Sosok Pemimpin yang memiliki kepedulian kepada nasib Difable, seperti Ning Lia ini duduk di Balai Kota, kita yakin akan ada banyak Kebijakan yang pro Difable”, tegasnya.

BERDIRINYA FORDIFA

Kota Surabaya, Awal Tahun 2019, Fordifa, sebagai wadah forum komunikasi bagi para penyandang disabilitas di Indonesia, resmi berdiri.

Dan Melalui Organisasi Sosial Nir Laba, Fordifa ini pula diharapkan, ada bentuk pendampingan dan advokasi bagi penyandang disabilitas yang diperlakukan secara diskrimatif, baik dilakukan oleh personal maupun kelembagaan.

Masih hangat dalam ingatan kita bersama, bahkan sempat menjadi viral di medsos, Kisah sedih, Bagaimana perlakuan diskriminasi harus diterima oleh Dokter Gigi Romi Syofpa Ismael, saat status kelulusan test Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) nya dianulir, Oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (30/07/2019) lalu, hanya karena Dia seorang penyandang Disabilitas

Bukankah, Negara telah menjamin Bagi warganya, Hak untuk mendapatkan Pekerjaan yang layak, sebagaimana telah termaktub dalam Pasal 11, Pasal 53, dan Pasal 145 Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas?

Bentuk “Pembatalan kelulusan dokter gigi Romi termasuk tindakan penghalangan bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan hak kerja yang layak.

“Perlu diingat, kejadian ini hanya satu dari ratusan atau ribuan kejadian serupa yang terus harus kami terima, sebagai seorang Difable”.

Disinggung latar belakang berdirinya Fordifa,

Ibu anak dua ini, menceritakan, “Terinspirasi dari cerita legenda Jawa Kuno “Punakawan”, dimana digambarkan sosok Dewa Sakti dengan menyandang disabilitas, bernama “Gareng” yang justru menganggap “kecacatan” yang di takdirkan oleh-NYA adalah sebuah anugerah untuk disyukuri”, urainya.

“Sehingga dengan (Kekurangan) yang dimiliki Gareng, justru bisa membawa kebaikan di sekelilingnya, Banyak rakyat yang tertolong karenanya”, lanjut Mega.

PROGRAM KERJA FORDIFA

Bicara terkait kegiatan/program dari Fordifa yang sudah berjalan, Mega menyampaikan, Fordifa, telah banyak membantu terbukanya peluang berupa pekerjaan khususnya bagi (Difable),

Mega menggambarkan, “Dalam waktu dekat ini, Fordifa akan berkollaborasi membuat Satu Album Music dengan mengambil Judul “Sang Diva”, yang berisi lagu-lagu bertemakan perjuangan yang akan kita dedikasikan kepada NKRI”.

“Dimana dalam pengerjaannya, (Album) Ini, mulai dari Pencipta lagu, arransement, Player, Vokalis, semuanya adalah penyandang Disabilitas”.

Melalui Album Kolaborasi ini, diharapkan bisa meningkatkan kecintaan kita kepada lambang dan simbol negara, yang nantinya dari sebagian keuntungan yang didapat akan didonasikan kembali kepada Anggota (Fordifa) yang membutuhkan”, Kata Mega.

Harapan Mega, “Kita harap, Khususnya kepada Dinas terkait, baik ditingkat Kabupaten/kota, Provinsi maupun Pusat, Lembaga yang berkompeten, Pihak Swasta dan seluruh Stakeholder yang ada untuk Saling bahu-membahu bersama kami, untuk KErja bersama, dengan berlandaskan Semangat Nawa Bhakti Satya, untuk Terwujudnya masyarakat Jatim Yang Maju Sejahtera”, pungkasnya. (Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *