GUBERNUR KHOFIFAH Berharap Jatim Dapat Distribusi Vaksin Termin Dua lebih Cepat

 369 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (21/01/2021) | PUKUL 17.43 WIB

PEMERINTAHAN | Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap agar Jatim bisa mendapatkan jatah distribusi vaksin covid-19 tahap satu termin dua lebih cepat.

Pasalnya, ia menyebut bahwa saat ini vaksin covid-19 termin satu sudah selesai didistribusikan ke daerah-daerah.

Dan akan lebih baik jika distribusi vaksin covid-19 termin dua bisa lebih cepat didapatkan sehingga vaksinasi pada sasaran bisa dilakukan secara cepat pula.

“Sekarang sudah kosong posisinya di cold storage Dinkes Jatim, karena distribusi sudah dilakukan. Nah kita sedang meminta untuk diupayakan termin dua bisa segera dikirimkan dari pusat,” kata Khofifah, Rabu (20/01/2021).

Percepatan itu diharapkan Khofifah seiring dengan harapan Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar vaksinasi bisa selesai seluruhnya dalam tempo satu setengah tahun.

Menurut Khofifah, Jatim bisa menarget rampung vaksinasi dalam waktu satu tahun jika percepatan di beberapa sektor dilakukan. Salah satunya distribusi vaksin dari pusat.

“Saya optimistis Jatim bisa selesai vaksinasi dalam waktu satu tahun karena vaksinator kita yang sudah terlatih alhamdulillah banyak,” tegas Khofifah.

Untuk itu ia sedang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur agar percepatan ini bisa segera diupayakan.

Sebab jika menurut jadwal, distribusi termin dua vaksin covid-19 ke Jatim diperkirakan akan dilakukan pada bulan Februari.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sasaran vaksinasi tahap satu adalah kelompok SDM kesehatan.

Di mana jumlah SDM Kesehatan Jatik target sasarannya berjumlah 201.315 orang. Mereka menjadi sasaran penerima vaksin tahap pertama.

Yang terdiri dari dokter sebanyak 11.013 orang, dokter spesialis sebanyak 5.865 orang, perawat sebanyak 58.724 orang, bidan sebanyak 26.885 orang, nakes lainnya ada sebanyak 28.181 orang, asisten nakes sebanyak 8.733 orang, dan tenaga penunjang sebanyak 61.914 orang.

Setelah SDM kesehatan, kelompok sasaran berikutnya adalah pelayan publik termasuk TNI Polri, kemudian lansia dengan usia di atas 60 tahun, kemudian dilanjutkan dengan kelompok masyarakat rentan secara geospasial dan ekonomi, dan terakhir kelompok masyarakat umum dan pelaku ekonomi.

Untuk jumlah sasaran tiap kelompok tersebut di atas, rincinya, untuk pelayan publik sebanyak 1.879.314 orang, lansia sebanyak 2.551.472 orang, masyarakat rentan sebanyak 7.066.384 orang, dan masyarakat umum dan pelaku ekonomi sebanyak 11.023.759 orang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *