Hakekat Idhul Fitri Bagi Mukmin yang Berpuasa

 488 views

Hamedi, SE Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa Surabaya

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (13/05/2021) | PUKUL 16.08 WIB

Humanity.PJD | Tepat, pada Kamis, 13 Mei 2021, Meski masih di masa Pandemi Corona Virus Disease-19, perayaan hari raya idhul fitri 1442 Hijriyah, secara serentak digelar.

Bagi umat Islam di seluruh dunia, untuk yang kedua kalinya, kembali menyambut datangnya hari kemenangan setelah berpuasa ramadhan, satu bulan lamanya.

Sebelumnya, hari raya Idhul Fitri 1441 H, bertepatan hari Minggu, 24 Mei 2020.

Begitupun bagi umat islam di Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penganut agama islam (muslim) terbesar di dunia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui sidang Isbath, juga metetapkan 1 Syawal 1442 H, jatuh pada Kamis (13/05) ini.

Setelah selama sebulan penuh berpuasa, tidak semua golongan bisa memperoleh hikmah ”Idhul Fitri’.

Ada sebagian orang yang merayakannya dengan memakai pakaian dan kendaraan baru. Golongan ini, hanya memperoleh lapar dan dahaga saja.

Ada juga yang berhasil Menang mengalahkan hawa nafsu. Meninggalkan hal-hal yang sebenarnya dihalalkan pada siang hari. Dan, sebelum waktunya, Tidak berani berbuka karena merasa diawasi oleh Dzat yang maha mengetahui.

Hakikat Idul Fitri sendiri, sebagaimana disampaikan oleh Imam Ali RA, adalah:

لَيْسَ الْعِيْدُ لـِمَنْ لَبِسَ الـْجَدِيْدَ، وَإِنَّمَا الْعِيْدُ لـِمَنْ أَمِنَ الوَعِيْدَ؛ لَيْسَ الْعِيْدُ لـِمَنْ لَبِسَ الـْجَدِيْدَ، إِنَّـمَا الْعِيْدُ لـِمَنْ طَاعَاتُهُ تَزِيْدُ؛ لَيْسَ الْعِيْدُ لـِمَنْ تـَجَمَّلَ بِالِّلبَاسِ وَالرُّكُوْبِ، إِنـَّمَا الْعِيْدُ لـِمَنْ غُفِرَتْ لَهُ الذُّنُوْبُ.

Tidak ada ‘Idhul Fitri’ ( لَيْسَ الْعِيْدُ ) Bagi Orang yang memakai pakaian baru ( لـِمَنْ لَبِسَ الـْجَدِيْدَ ) dan bagi Orang yang bagus pakaian dan kendaraannya (لـِمَنْ تـَجَمَّلَ بِالِّلبَاسِ وَالرُّكُوْبِ، )

Melainkan, sesungguhnya hakekat ‘Idhul Fitri’ ( إِنـَّمَا الْعِيْدُ ) Bagi Orang yang aman dari ancaman api neraka ( لـِمَنْ أَمِنَ الوَعِيْدَ؛ ) ; Bagi Orang yang ketaatannya bertambah ( لـِمَن طَاعَاتُهُ تَزِي ) ; dan Bagi Orang yang diampuni dosa-dosanya ( لـِمَنْ غُفِرَتْ لَهُ الذُّنُوْبُ )

Hanya bagi Mereka yang bertakwa, yang terbebas dari ancaman api neraka, yang ketaatannya bertambah dan yang diampuni dosa-dosanya.

Dan, Inilah sesungguhnya tujuan dari di wajibkannya ibadah puasa Ramadhan bagi orang-orang yang beriman (Mukmin).

Sebagaimana, firman-NYA di dalam Al-quran Surat Al-baqarah ayat 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa”. (TQS al-Baqarah [2]: 183).

Kata “taqwa” berasal dari kata “waqâ”. Artinya, melindungi.

Maknanya, melindungi diri dari murka dan azab Allah SWT. Wujudnya dengan menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Yang halal dilakukan. Yang haram ditinggalkan. Dalam seluruh aspek kehidupan.

Tak ada rasa keberatan sedikit pun terhadap aturan Allah dan keputusan Rasulullah saw., sebagaimana firman-Nya:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya : “Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka atas keputusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (TQS an-Nisa’ [4]: 65).

Sebagai bagian dari Masyarakat Jawa Timur, Marilah kita terus bersinergi, berkolaborasi dan jalin harmonisasi, demi terwujudnya JATIM Maju dan Sejahtera.

Saling mengajak untuk mengerjakan kebaikan dan taqwa, dan sebaliknya saling mengingatkan untuk tidak berbuat dosa dan permusuhan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَا لتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِ ثْمِ وَا لْعُدْوَا نِ ۖ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.”(QS. Al-Ma’idah : 2)

Terakhir, semoga kita semua diangkat derajatnya oleh Allah. SWT, berada bersama orang-orang yang bertaqwa (muttaqiin).

Ssmoga diberi limpahan nikmat iman, dan islam, diberi tambahan usia, rejeki dan kesempatan untuk bertemu bulan ramadhan tahun depan. Aamiin aamiin yaa rabbal alaamiin.

Kami, segenap pengurus dan anggota Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya, mengucapkan:

تقبل الله منا و منكم صيامنا و صيامكم و كل عام و أنتم بخير

“Selamat hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah,
Mohon Maaf Lahir dan Batin”. (Red)

Oleh : Hamedi, SE Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *