Hari Akhir Pendaftaran Bacawali Surabaya Jalur Independen, Ini Hasilnya ?

 4 views

SURABAYA – PPOTRETJATIMDAILY.COM
SENIN (24/02/2020) | PUKUL 11.24 WIB

KPU Surabaya memberi waktu hingga Minggu (23/2/2020) pukul 24.00 WIB untuk calon independen yang akan ikut serta dalam Pilwali Surabaya 2020. Sejauh ini belum ada yang dipastikan lolos ke tahap selanjutnya.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com di KPU Surabaya hingga pukul 19.00 WIB, ada dua calon independen yang datang ke KPU. Pertama bacawali Mochamad Sholeh-Taufik Hidayat dan kedua Muhamad Yasin-Gunawan.

Sholeh-Taufik datang bersama rombongan bentor sekitar pukul 14.30 WIB. Namun sayangnya, berkas Sholeh-Taufik dianggap kurang lengkap oleh KPU.

Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Surabaya, Muhammad Kholid mengatakan berkas dari paslon tersebut diterima namun masih diperlukan perbaikan karena belum lengkap.

“Masih satu berkas yang lengkap, yaitu B1 KWK, sedangkan dua berkas yang lain belum yaitu B 1.1 KWK dan B 2 KWK,” ucap Muhammad Kholid kepada wartawan di lokasi.

KPU Surabaya akan menunggu tim dari Sholeh-Taufik untuk melengkapi berkas tersebut hingga pukul 24.00 WIB, karena hari ini merupakan hari terakhir penyerahan syarat dukungan.

Hal serupa juga dialami paslon lain, Yasin-Gunawan. Berkas mereka tidak langsung diterima, karena ada satu berkas yang belum terpenuhi.

“Yang kurang foto copy B 1.1 KWK (rekapitulasi dukungan) saja. Paslon Yasin-Gunawan menjanjikan satu sampai dua jam selesai difotocopy. Kalau itu sudah ada maka bisa lanjut ke tahap selanjutnya,” kata Kholid.

Masih menurut Kholid, di Sistem Informasi Pencalonan (Silon) Yasin-Gunawan juga sudah memenuhi persyarat minimal pendaftaran dengan mendapatkan dukungan minimal 138.565 foto copy KTP.

“Di Silon dukungan yang masuk 140.924, sudah lebih dari batas minimal. Jadi tidak masalah,” paparnya.

Sementara itu, Bacawali Sholeh cukup menyayangkan berkas yang ia bawa tidak langsung diterima oleh KPU Surabaya karena jumlah dukungan di Silon (Sistem Informasi Pencalonan) tidak memenuhi 6,5 persen dari jumlah DPT di Surabaya atau setara dengan 138.565 KTP. Sholeh bahkan berencana memperkarakan ke Bawaslu.

“Padahal secara fisik kami sudah membawa 190 ribu foto copy KTP. Menurut PKPU no 18 penyerahan syarat calon perseorangan memang dimulai dari silon, tapi itu tidak diatur dalam UU,” kata Sholeh.

Di Undang-undang menegaskan persyaratan pencalonan perseorangan harus didukung e KTP.

“Jadi patokannya rekap manual yaitu bukti fisik. Kami masih usaha entry, kalau dinyatakan tidak lolos kami akan bawa ke Bawaslu,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *