Hasil Pemeriksaan KPK, Dirut PDAM Giri Tirta Gresik : Yang Teken Kerjasama Pak Muhammad

 9 views

Direktur Utama (Dirut) PDAM Giri Tirta Gresik, Aminatus Zariah (Risa) saat diwawancarai awak media beberapa waktu yang lalu

KAB.GRESIK – POTRETJATIMDAILY.COM
RABU (31/03/2021) | PUKUL 19.07 WIB

Hari ini, beberapa pejabat PDAM Giri Tirta Gresik diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi anggaran kerjasama dengan dua rekanan PDAM Gresik.

Adapun Kedua rekanan itu antara lain PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL).

Sementara itu, Dirut PDAM Giri Tirta Gresik, Siti Aminatus Zariah, mengaku, materi pemeriksaan yang disampaikan KPK terkait dua proyek kerjasama investasi yang dimulai Tahun 2012.

Pertama, kerjasama PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dengan sistim Build Operate Transfer (BOT) untuk membangun proyek instalasi pengolahan air di Desa Legundi Kecamatan Driyorejo dengan nilai investasi sebesar Rp 47 miliar.

Kedua, kerjasama dengan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) untuk membangun proyek rehabilitation operating operasional transfer (ROOT) di Desa Krikilan Kecamatan Driyorejo dengan nilai investasi sebesar Rp 86 miliar.

“Kerjasama masing-masing 25 tahun. KPK juga ke lokasi tempat Dewata dan Drupadi di Legundi dan Krikilan,” ujar Risa, Rabu (31/03/2021).

Risa sapaan akrabnya mengaku, menjalani pemeriksaan oleh lembaga antirasuah selama lima jam. Materi pemeriksaan terkait dua perusahaan rekanan PDAM itu.

Saya dimintai keterangan masalah administrasinya saja dulu. Mulai study kelayakan (FS), saya pribadi ditanya bagaimana masalah penyerapan anggarannya,” katanya.

Ditambahkan, kerjasama dua rekanan itu dilakukan mulai tahun 2012. Saat itu, Dirut PDAM Giri Tirta Gresik dijabat oleh Muhammad, yang kini menjadi anggota DPRD Gresik fraksi PKB.

Sedangkan, Risa saat itu menjabat sebagai Kasubag Pelangganan PDAM. Bahkan, yang meneken kerjasama selama 25 tahun adalah Muhammad.

“Yang tekan pak Muhammad anggota DPRD Gresik dari fraksi PKB,” ucap Risa mengakhiri wawancara dengan awak media.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, Sekadar diketahui, kerjasama investasi dengan PT DAL kerjasama dalam penyediaan air dengan kapasitas 400 liter perdetik. Sementara untuk PT DBT kerjasama penyediaan air dengan kapasitas  200 liter perdetik.

Kedua proyek dengan total nilai investasi ratusan miliar tersebut baru berjalan 8 tahun. Sampai berita ini ditulis, Muhammad belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi melalui selulernya tidak aktif. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *