Ibadah Puasa Ramadhan

 396 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (17/04/2021) | PUKUL 09.09 WIB

IBADAH PUASA RAMADHAN

( Oleh : HAMEDI, SE Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya )

Marhaban Yaa Ramadhan 1442 Hijriyah

TOKOH | Pengertian Puasa, shaum atau shiyam adalah (الإمساك عن الشيء).

Yakni “Mengekang atau menahan diri dari sesuatu”. Misalnya menahan diri dari makan, minum, bercampur dengan istri, berbicara dan sebagainya.

Dalam pengertian lainnya, Al-shaum atau puasa adalah (ترك الطعام والشرب والنكاح والكلام).

Artinya “Meninggalkan makan, minum, bercampur dengan isteri, dan meninggalkan perkataan”.

Sebagian ulama ahli fiqh, menafsirkan.

Puasa “Meninggalkan makan, minum, bercampur dengan istri dan segala yang membatalkannya mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari, disertai niat dan keikhlasan karena Allah SWT, dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan”.

Menunaikan Ibadah puasa Ramadhan, dilandasi keimanan dan keikhlasan, membentuk Pribadi yang bertaqwa dan rendah hati. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah, 2:183 :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ .

Penyabar dan berdisiplin tinggi. Berkata Sufyan bin Uyaynah :

الصوم هو الصبر يصبر الإنسان على الطعام والشرب والنكاح.

Serta baginya, (akan) diampuni semua dosa-dosanya di masa lalu. Dari Abu Hurairah RA, dalam Hadis Shahih, riwayat Al-Bukhari : 37 dan Muslim : 1266, Nabi Muhammad SWA bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Ibadah Puasa Ramadhan diwajibkan hanya bagi mereka yang memenuhi persyaratan Beragama Islam, berakal, baligh atau dewasa dan mampu berpuasa.

Sedangkan, ada Empat Syarat Sahnya Ibadah Puasa Ramadhan, antara lain :

1. BERAGAMA ISLAM. Bagi orang-orang non muslim tidak sah apabila melaksanakan ibadah puasa ;

2. MUMAYYIS. Yaitu seorang anak baik laki-laki ataupun perempuan yang telah memiliki kemampuan membedakan kebaikan dan keburukan ;

3. SUCI DARI HAID DAN NIFAS. Bagi perempuan yang sedang haid atau nifas tidak boleh berpuasa. Akan tetapi, wajib “Mengqadha (mengganti) puasa yang ditinggalkannya itu pada hari lain ; dan

4. DIKERJAKAN PADA WAKTUNYA. Waktu yang diperkenankan puasa padanya atau (dilaksanakan) tidak pada waktu yang dilarang untuk berpuasa.

Seperti, pada Hari raya ‘Idul Fitri, Hari raya ‘Idul Adha dan Hari Tasyriq (tanggal 11, 12 dan 13 bulan Dzulhijjah).

JASA APLIKASI DAN KONTRUKSI BANGUNAN

Selengkapnya….

Sementara, ada dua (2) macam Rukun Ibadah Puasa Ramadhan, yaitu :

(1). Niat melakukan ibadah puasa, waktunya pada malam hari, sejak waktu Maghrib sampai masuk waktu fajar ; dan

(2). Meninggalkan segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar di waktu Shubuh sampai terbenamnya matahari di waktu Maghrib . (Red)

“Selamat menunaikan Puasa Ramadhan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *