Ini 9 Dasar Sikap Gubernur Jatim Khofifah Diajang Pilkada Surabaya

 25 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (08/08/2020) | PUKUL 12.09 WIB

Sikap dari Sosok Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa itu, sedang intens ditunggu oleh publik.

Baik bagi elite DPP PDI Perjuangan, elite DPP 8 Partai Koalisi pendukung Bacawali, Machfud Arifin, bagi Calon Pemilih, bagi Warga sekaligus juga bagi Kota Surabaya.

Ada banyak pihak yang masih terus untuk mencoba menerka-nerka soal siapakah pasangan calon yang akan direkomendasi oleh Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini, yang diusung maju diajang kontestasi Pilkada Surabaya 2020 mendatang.

Berikut sembilan alasan kenapa Megawati dan PDI Perjuangan itu, wajib dan harus lebih memilih untuk ‘melibatkan’ Gubernur Khofifah dalam ajang kontestasi pilkada surabaya.

*Pertama* : Sebagai Sosok Gubernur yang juga arek asli wonocolo Kota Surabaya ini, Khofifah akan lebih memahami soal figur pasangan calon yang diinginkan oleh calon pemilih serta soal Kriteria Pasangan calon yang dibutuhkan oleh Warga dan Kota Surabaya kedepan.

*Kedua* : Sebagai Sosok Gubernur Non Partai Politik itu, Dimana Khofifah tidak terdaftar, baik sebagai Anggota, Kader maupun Pengurus di Partai Politik manapun.

Dimana nantinya, sebagai loyalis Presiden RI, Joko Widodo, bersama Gubernur Khofifah, Barisan Relawan Pendukung Khofifah-Emil dan Bacawawali, Lia Istifhama akan berkomitmen untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya.

*Ketiga* : Sebagai Sosok Gubernur ‘Representasi’ Presiden RI, Joko Widodo ini, Khofifah akan mampu untuk Mentransformasikan Dinamika Politik Nasional yang telah sepakat berkoalisi, untuk mengakomodir semua kepentingan Partai (minus PKS yang terkesan masih abu-abu bersikap) dalam Kabinet Indonesia Maju jilid dua serta hampir tidak menyisakan ruang bagi kubu oposan permanen, pihak kontra Pemerintah untuk tetap aktif berperan.

*Keempat* : Mengimplementasikan Sinergitas Program dan harmonisasi hubungan diantara Pemerintah Pusat, Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya, demi untuk mewujudkan Ibukota Provonsi Jawa Timur itu, lebih maju dan lebih Sejahtera.

*Kelima* : Bersama Presiden RI, Joko Widodo dalam Mengaktualisasikan Kerja Pendukungan sekaligus Kerja Pemenangan bagi Pasangan Calon yang akan diusung maju oleh PDI Perjuangan di 19 Daerah Se-Jatim.

*Keenam* : Merepresentasikan basis suara calon pemilih perempuan, basis suara kaum Nahdliyin (Religius) Muslimat NU dan Fatayat NU serta dukungan dari barisan Kader Program Keluarga Harapan (PKH )

*Ketujuh* : Sosok Gubernur yang terbukti Memiliki Dukungan Modal Finansial yang besar, Modal Jejaring Sosial yang luas, Modal Politik yang kuat dan Modal Elektoral yang tinggi.

*Kedelapan* : Merekomendasikan sosok bakal calon walikota Surabaya, Dr. Lia Istifhama, S.Sos, SH.I, ME.I, sebagai pendamping Pasangan Calon yang Ideal, Profesional, Porposional dan Potensial untuk memenangi ajang kontestasi Pilkada Surabaya.

Sebagai bentuk konsistensi dukungan seperti saat mendukung pasangan Risma-Whisnu diajang kontestasi pilwali surabaya 2015 silam.

Sebagai bentuk eksistensi peranan pemimpin perempuan sebagai wali dan walikota Surabaya dalam upaya memperjuangkan nasib sesama kaumnya.

*Kesembilan* : Dengan bergabungnya Kader ‘Genuine’ Khofifah-Emil, layaknya Puti Guntur Soekarno di mata Megawati – Maka, Gubernur Khofifah akan Memaksimalkan seluruh Kerja pemenangan dan Kerja pendukungan demi untuk memenangkan pasangan calon yang akan diusung oleh PDI Perjuangan.

Tercatat, dengan masih tetap eksist didukung oleh tujuh partai pendukung pasangan Khofifah-Emil saat pilgub Jatim 2018 lalu, yang sekarang masih tetap berkoalisi dalam menjalankan roda pemerintahan di provinsi ‘Bumi Majapahit’ Jatim itu, akan berpeluang besar menang.

Dan Pasangan calon PDIP, diprediksi akan mendapatkan tambahan dukungan dari tujuh partai pendukung Khofifah, sehingga akan melawan ‘kotak kosong’ diajang kontestasi pilkada surabaya.

Akhirnya, dengan didasarkan atas sembilan pertimbangan diatas, maka sejak awal Gubernur Khofifah telah ‘mengarahkan’ Mantan Koordinator Relawan Khofifah-Emil Surabaya, Dr. Lia Istifhama, S.sos, SHI, MEI, untuk taat, tunduk dan patuh mengikuti proses penjaringan bakal Cawawali Surabaya lewat DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *