International Women’s Day, Ini Kata Aktivis Perempuan Asal Surabaya

 48 views

International Women’s Day, Ini Kata Aktivis Perempuan Asal Surabaya

International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional, diperingati setiap tanggal 8 Maret dengan perayaan pertama dilakukan pada tahun 1909 di New York Amerika Serikat. Setiap tahun, IWD memiliki tema khusus, termasuk pada 2021 yang mengambil tema #ChooseToChallenge. Banyak aktivis perempuan merespon peringatan IWD sebagai momen spesial, diantaranya adalah aktivis millenial NU yang masuk dalam 22 Tokoh Muda Inspiratif Jatim versi Forum Jurnalis Nahdliyyin, yaitu Dr. Lia Istifhama, M.E.I.

“Pada tema Choose To Challenge, maka kita semua kaum perempuan diharapkan lebih termotivasi untuk menunjukkan peran di sektor publik dan semakin berani, lebih percaya diri dalam berkompetisi. Kompetisi di dalam ranah publik, umumnuya berkaitan dengan kepemimpinan. Sekalipun, berbicara konteks kepemimpinan tidak semata sebagai ‘Pejabat Daerah’, melainkan kompetisi bisa dalam berbagai aspek, diantaranya membuat karya dalam bidang literasi,”, ujar ibu dua anak asal Wonocolo, Surabaya, tersebut.

“Saat kaum perempuan berbibcara konteks kompetisi membangun peran, termasuk dalam kaitannya sebagai seorang leader, maka disitulah Perempuan sangat mungkin menampilkan diri sebagai pemimpin sejati. Saya sering sekali menyampaikan pada forum, bahwa mari kita bangun peran perempuan dengan tagline, ‘Leadership Is Action, Not Position’. Dalam hal ini, saat kita jadi pemimpin, maka tunjukkan kita ingin melakukan aksi nyata sebagai identitas kepemimpinan, bukan mengkultuskan diri sebagai pemilik sebuah jabatan.”

Tokoh muda yang tahun 2020 lalu menyandang penghargaan sebagai Tokoh Peduli Covid 19 oleh ARCI, menjelaskan konsep menarik yang dibuatnya sebagai bentuk deskripsi pemimpin ideal.

“Pernah pada tengah malam saat saya menyiapkan materi untuk mengisi Korpri PMII UINSA, saya menemukan inpirasi tentang konteks pemimpin ideal. Hal ini saya rumuskan dalam satu kata, yaitu ‘P-E-R-E-M-P-U-A-N’. Unsur kata tersebut adalah pengejawantahan dari kata: Personality, Empathy, Responsibility, Equity, Motivation, Positivity, Universal, Analytical, dan Negotiating. Menuju kesempurnaan sebuah leadership, memang keniscayaan karena tidak ada satupun manusia terlahir sempurna. Namun setidaknya, perempuan saat memimpin, umumnya lebih dikenang dan dicintai karena kepekaan mereka lebih kuat dari gender lainnya”.

Seorang Dosen yang kerap dipanggil Ning Lia tersebut, tak menampik kebanggaannya pada para pemimpin perempuan Indonesia yang telah dikenal publik, bahkan internasional. Secara lugas, ia menyebut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin, dan Tri Rismaharini yang saat ini menjabat sebagai Mensos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *