Ir. Armudji resmi mundur dari Pilwali Surabaya, Ini Tiga Alasannya

 4 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (04/07/2020) | PUKUL 20.37 WIB

Jelang diumumkannya pasangan calon walikota dan wakil walikota surabaya 2020 yang akan di usung oleh PDI-P, mendadak Armudji menyatakan mundur dari pencalonan.

Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya dari PDI Perjuangan, Armudji resmi mengundurkan diri dari Bakal Calon Wali Kota Surabaya. Kini Wishnu Sakti Buana menjadi calon kuat dari PDI Perjuangan di Pilwali Surabaya.

“Pada siang hari ini, saya Armudji sebagai kader PDI Perjuangan sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur telah mengundurkan diri dari pencalonan saya sebagai calon Wali Kota Surabaya,” ujar Armuji, Sabtu (04/07/2020).

Pria yang akrab di sapa Cak Ji itu mengungkapkan secara lisan dan tulisan alasannya mengundurkan diri dari pencalonan Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya.

Ada tiga alasan yang akhirnya membuat Armuji untuk mengundurkan diri.

Alasan pertama, Armudji akan berkonsentrasi membantu masyarakat yang kesulitan di masa pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Surabaya.

Kedua, “Melihat perkembangan situasi politik sebagai kader PDI Perjuangan kami mengedepankan azas kemanusiaan, mengahdirkan wajah kader yang menampilkan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Armuji.

Alasan ketiga adalah sebagai kader Armudji siap menjalankan instruksi tunduk dan patuh terhadap keputusan ketua umun Megawati Soekarno putri.

“Ada hal yang lebih penting lagi yang perlu saya sampaikan saya ingin memberikan kesempatan, ada beberapa pengurus yang ingin mau maju tapi mereka tidak mau mendaftar,” ujarnya

Anggota DPRD Jatim itu mengatakan bahwa ada seseorang yang menghalang-halanginya untuk maju. Namun, Armudji enggan menyebutkan siapa yang ia maksud tersebut.

“Mumpung rekom ini belum diturunkan kepada siapapun maka bagi pengungus-pengurus DPC Surabaya yang ingin mempunyai keinginan maju ke sana silahkan, saya sebagai senior lebih baik saya mundur memberikan kesempatan kepada mereka-mereka yang mempunyai syahwat,” tuturnya.

Menurut Armudji, hal semacam itu merupakan hal yang biasa. Namun ia mengatakan bahwa tak perlu untuk saling menjegal, akan tetapi perlu untuk bergotong royong saling membangun di Pilwali Surabaya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *