Issue Keretakan Khofifah-Emil, Ketua Sahabat K1P : Waspadai Pemecah Kesolidan di 2024

 553 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (22/04/2021) | PUKUL 09.08 WIB

Pasca ajang kontestasi pilkada serentak 2020 digelar, beredar kabar tidak sedap.

Memasuki dua tahun kepemimpinannya di Jatim, Kabar miring adanya friksi duet Khofifah-Emil, menjadi sorotan publik.

Salah satunya datang dari Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa Hamedi, SE.

Meski tak membantah beredarnya issue, Namun, Sebagai salah satu orang dekat Gubernur Khofifah, Hamedi menyatakan, hubungan pasangan bertagline “KErja bersama untuk JATIM Sejahtera” saat Pilgub Jatim 2018 itu, baik-baik saja.

“Issue itu tidak benar. Hubungan diantara Keduanya, masih baik-baik saja, ” ujarnya kepada potretjatimdaily.com, melalui sambungan telepon selularnya, Rabu, 21 April 2021 malam.

Hamedi meyakini, strategi peta konflik itu dengan sengaja di mainkan oleh oknum di dalam dan di luar, bertujuan memecah kesolidan kekuatan KIP-EMIL di 2024.

Disinggung rencana skenario memecah.

Menurut Hamedi, terdapat dua skenario besar, yang sarat akan kesan premature, dan terlalu dipaksakan, antara lain :

Pertama, Plt. Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sebagai Calon Gubernur Jatim Tahun 2024 nanti.

Dan Kedua, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersedia berkontestasi diajang Pilpres yang akan digelar pada bulan Juni, tiga tahun lagi.

“Banyak di prediksi dan menjadi tradisi, bahwa Kesolidan pasangan Incumbent sulit (untuk) dikalahkan dan (biasanya) menang terpilih kembali memimpin dikali kedua masa pemerintahannya” tegasnya.

Berbicara soal siapa oknum Internal di pemerintahan Gubernur Khofifah.

Lebih lanjut, Eksponen Reformasi ’98 Jatim ini, mengklasifikasikan, didalam (Internal), ada dua Barisan sakit hati.

Pertama, Mereka yang saat ini, terpaksa berada di barisan pemerintahan, yang, (merasa) kepentingannya terganggu.

Kedua, Mereka yang (merasa) berjasa, namun hingga sekarang ini, (merasa) kepentingannya tidak terakomodir.

“Mereka adalah barisan sakit hati, yang Kepentingannya terganggu dan tidak diakomodir oleh Pemerintahan Gubernur Khofifah, ” kata Hamedi.

Sedangkan, (dari luar) Ekternal, ada kepentingan paslon cagub-cawagub penantang di Pilgub 2024 mendatang, ” ulas Alumni SMA Negeri 21 Surabaya ini.

Kepada pasangan cagub-cawagub nomor urut satu di Pilgub Jatim 2018, Hamedi berharap, keduanya bersinergi dan berkonsolidasi dengan koalisi parpol pengusung. Dan, Mempererat silaturahmi dengan Barisan Relawan Pendukung.

Serta, meningkatkan kewaspadaan kepada pihak-pihak yang memecah kesolidan gubernur-wagub Jatim yang purna tugas pada 13 februari 2024.

Terakhir, Alumni Universitas Wijaya Putera (UWP) Surabaya, mengingatkan.

Di masa Pandemi COVID-19 ini, selain, menyukseskan 2 agenda besar nasional.

Yakni, upaya percepatan pemutusan mata rantai penyebaran virus corona, melalui pelaksanaan rogram vaksinasi Sinovac dan AztraZeneca secara gratis.

Dan upaya pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Corona VIrus Disease-19, lewat pembangunan 218 proyek nasional di provinsi kedua terbesar di Pulau Jawa.

Guna mewujudkan JATIM Maju Sejahtera itu, Hamedi mengingatkan Khofifah-Emil menunaikan janji-janji kampanyenya.

Melalui, KErja bersama merealisasikan kesembilan program Nawa Bhakti Satya.

“Merealisasikan Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Agro, Jatim Cerdas & Sehat, Jatim Amanah, Jatim Akses, Jatim Berkah, Jatim Agro, Jatim Berdaya, Jatim Amanah, dan Jatim Harmoni, ” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *