oleh

Jum’at 20 Desember 2013, LOKALISASI SEMEMI Surabaya akan Resmi ditutup

-All Post-896 views

 

-Foto : Koordinator Warga terdampak Penutupan Eks Lokalisasi Surabaya, Hamedi, SE, saat menyerahkan Data Mucikari dan PSK di Kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta-

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (14/11/2013) | PUKUL 14.08 WIB

Pemerintah Kota Surabaya tak main-main terkait rencana menutup seluruh komplek prostitusi yang ada di Kota Surabaya.

Tercatat, Sepanjang tiga tahun terakhir, tiga kompleks lokalisasi skala kecil sudah ditertibkan dan diubah fungsinya oleh Pemkot Surabaya, Jawa Timur, yaitu lokalisasi Tambakasri, Klakahrejo, dan lokalisasi Dupak Bangunsari.
Akhir tahun ini, Pemkot Surabaya menjadwalkan penertiban lokalisasi Sememi di kawasan Kecamatan Benowo. Di lokalisasi yang tempatnya berdekatan dengan kompleks lokalisasi Klakahrejo itu, saat ini terdapat sekitar 250 pekerja seks komersial (PSK) dengan sekitar 35 wisma.

“Jadwal penertiban lokalisasi Sememi kami jadwalkan pada Desember bulan depan,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo, Kamis (14/11/2013) siang.

Supomo menegaskan, penertiban itu tanpa harus melakukan sosialisasi sebelumnya kepada penghuni dan pemilik wisma. Kata Supomo, penertiban lokalisasi Sememi adalah bentuk penegakan peraturan daerah, jadi tidak harus mengajak mereka berunding karena sudah merupakan kewajiban yang harus dijalankan.

“Perda Kota Surabaya nomor 7 tahun 1999 melarang adanya bangunan prostitusi di seluruh wilayah Surabaya, atau dengan kata lain tidak diperbolehkan ada tiap bangunan yang digunakan untuk membuka praktik prostitusi,” tegasnya.

Setelah lokalisasi Sememi, baru pada 2014 nanti dimulai aksi penertiban lokalisasi paling terkenal dan melekat pada nama Kota Surabaya yakni Dolly dan Jarak.

Supomo mengaku memberlakukan penanganan khusus untuk penertiban lokalisasi ini. Penyebabnya, selain memang sudah atensi dari berbagai pihak, karakter prostitusi di kompleks ini sudah menjadi satu kesatuan dengan sistem ekonomi masyarakat setempat.

Terpisah, Koordinator Warga terdampak Penutupan Eks Lokalisasi Surabaya, Hamedi, SE, mengatakan, “Setelah melalui Rapat antara Pemkot Surabaya, Muspika, Tokoh Masyarakat Sememi, Karang Taruna RT. 03 RW. 01 Sememi dan Perwakilan Warga Terdampak, Rencana Penutupan Eks Lokalisasi Sememi (Moroseneng) telah diputuskan dilaksanakan pada Jum’at (20/12/2013) malam”, ujarnya kepada awak media, saat di konfirmasi melalui telpon selularnya.

Hamedi menambahkan, Soal Lokasi pelaksanaan, di rencanakan akan ditempatkat di lapangan Bulu Tangkis RT. 03 RW. 01 Sememi. Untuk Acara Intinya, akan dikemas dengan konsep “Pengajian Akbar dan Program Alih Fungsi Lokasi dan Alih Profesi Lokalisasi Sememi Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo Surabaya”.

“Dan Insyaallah, Bu Risma (Walikota Surabaya) di pastikan akan hadir”, tegasnya.

Bicara soal data Mucikari dan Pekerja Seks Komersial (PSK) Lokalisasi Sememi, Hamedi mengungkapkan, bahwa Data itu, sudah secara langsung kita serahkan seminggu yang lalu.

“Untuk Datanya, Sudah kita serahkan secara langsung ke kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia , Jakarta. Kami bertiga dengan di dampingi pak pomo (Supomo, Kadinsos Kota Surabaya)”, katanya.

Ditanya soal konsep acara penutupan eks lokalisasi sememi, Pria yang juga Ketua Koperasi Pedagang Sememi Makmur Sejahtera Pasar Sememi Surabaya ini, menjelaskan, Bahwa nanti akan ada 100 Orang yang merupakan perwakilan dari Mucikari, PSK, Tomas Sememi dan Kartar RT. 03 RW. 01 Sememi. Mereka, yang akan membacakan Deklarasi.

“Semoga nanti acaranya akan berlangsung aman dan lancar. (Jadi) Nantinya, baru kita akan kawal Program Pasca Penutupan oleh Pemkot Surabaya”, pungkasnya. (ARB).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed