Kejari Dalami Dugaan Korupsi Proyek Pipa PDAM Gresik

 132 views

Tim pidana khusus (pidsus) Kejari Gresik mengecek proyek pemasangan pipa PDAM di kawasan Menganti pada Rabu (17/06/2020).

KAB.GRESIK – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (19/06/2020) | PUKUL 17.09 WIB

PEMERINTAHAN | Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik tengah membidik kasus dugaan korupsi baru.

Kasus itu terkait proyek pipanisasi PDAM Giri Tirta di wilayah Menganti. Tepatnya mulai Pasar Menganti hingga Perumahan Green Land, Desa Laban.

Nilai proyek itu disebut mencapai Rp 7 miliar.

Kabar itu pun sudah sampai ke kalangan legislatif.

Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menyatakan, pihaknya memang sempat memberikan catatan merah untuk rekondisi jalan dampak galian pipa PDAM di kawasan Menganti pada Maret lalu. Dia juga menduga aktivitas proyek itu tidak memiliki izin yang jelas.

Selain itu, lanjut dia, ternyata rekondisi jalan dikerjakan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik. Padahal, pekerjaan pipanisasi itu belum diserahkan kepada PDAM Giri Tirta.

”Seharusnya menjadi tanggung jawab pelaksana proyek untuk melakukan rekondisi jalan,” tutur dia.

Sejauh ini, pihaknya juga menyimpan tanda tanya besar. Apalagi, rekondisi jalan itu terkesan asal-asalan. Di bibir jalan, banyak aspal yang ambles hingga mengelupas dengan lebar sekitar 1 meter.

”Jelas prosedur dalam melakukan rekondisinya tidak benar. Tanah yang digali tak dibuang, tetapi dibuat urukan lagi. Seharusnya sirtu untuk pemadatan dengan menggunakan vibro. Kualitas aspal pun sangat jelek. Mungkin ketebalannya tidak sesuai,” ujarnya.

Parahnya lagi, rekondisi jalan itu harus menggunakan APBD Gresik.

”Jadi, kan terkesan membuang anggaran. Mengerjakan proyek yang sebetulnya menjadi tanggung jawab rekanan PDAM itu,” tandasnya.

Sebelumnya, selain meminta keterangan saksi-saksi dan para petinggi PDAM, Kejari Gresik sudah turun langsung ke lokasi proyek untuk mendalami dugaan korupsi tersebut. Ada sejumlah titik yang diperiksa tim penyidik pidsus Kejari Gresik. Bahkan, pengecekan ke lokasi juga didampingi Dirut PDAM Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zahriyah.

Beberapa pekerja diminta untuk menggali tanah tepat di bahu jalan yang menjadi lokasi penanaman pipa PDAM. Tujuannya, memeriksa apakah penanaman pipa PDAM itu sudah sesuai dengan spesifikasi.

”Benar, kami sedang mendalami dugaan korupsi pada pekerjaan itu. Tim pidsus sudah melakukan cek fisik di kawasan Green Land,” ujar Kasi Intel Kejari Gresik R. Bayu Probo Sutopo.

Namun, Bayu belum bisa menjelaskan detail tahapan penyelidikan yang telah dilakukan. Termasuk, siapa saja yang berpeluang menjadi calon tersangka.

”Masih terus kami kumpulkan bukti lainnya, mohon waktu,” ucap dia.

Sementara, Dihubungi secara terpisah, Kasi Pidsus Kejari Gresik Dymas Adji Wibowo juga tidak menampik laporan tentang dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di PDAM Giri Tirta. Tim pidsus telah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan data. Dalam pulbaket dan data tersebut, pihaknya antara lain meminta keterangan saksi-saksi dan mengecek kondisi fisik proyek pipanisasi di Jalan Raya Desa Laban, Menganti, itu secara langsung.

Berdasar hasil pulbaket dan data, lanjut Dymas, proyek pipanisasi PDAM di kompleks perumahan Green Land di Desa Laban tersebut menggunakan dana pengembang. Hingga saat ini, untuk proyek itu, belum ada serah terima pekerjaan.

”Setelah kami telusuri, bukan dana PDAM, murni swasta. Dana dari pengembang. Ya, sudah. Ini kan masih pulbaket,” pungkasnya. (Jhon Oi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *