oleh

Ketika “Bau Sampah” di Stadion GBT Surabaya itu, semakin menyengat tercium Aromanya

-All Post-825 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (07/11/2019) | PUKUL 08.40 WIB

Kontroversi statement Gubernur KHOFIFAH Sebut ada bau sampah di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dan Upaya Pemerintah Jawa Timur, sebagai langkah alternatif sekaligus antisipatif dengan menawarkan 4 Stadion lain, yaitu Stadion Kanjuruhan Malang, Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Stadion Surajaya Lamongan dan Stadion Gelora Bangkalan, agar kesempatan Jatim sebagai salah satu venue Pagelaran U-20 FIFA World Cup 2021 mendatang itu, tidak berpindah ke provinsi lain, menarik untuk dicermati.

Pro kontra yang berawal dari ucapan jujur yang dilandasi sikap sayang “Keibuan” serta rasa cinta dari seorang “Pemimpin Perempuan” untuk Pemerintah Kota Surabaya, kepada awak media, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum’at (01/11/2019) lalu itu, langsung ramai-ramai disanggah oleh “anak buah” Walikota Risma serta dibully oleh para bonek mania di jagad media sosial.

Ucapan Orang nomor satu di jatim itu, didapat saat dirinya berkunjung di Stadion yang berkapasitas 55.000 penonton dan Insiden pembakaran serta pengerusakan GBT oleh oknum supporter, saat Persebaya Surabaya “dipermalukan” tamunya PSS Sleman dengan skor 2-3, Selasa (29/10/2019) itu, harusnya memotivasi Pemkot Surabaya agar (Stadion GBT Surabaya) lolos seleksi dari 10 Stadion, menjadi salah satu venue resmi Piala Dunia U-20 tersebut.

Kekwatiran Gubernur Khofifah, sangatlah wajar dan beralasan, sebab Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Merupakan satu-satunya Stadion yang ada di Jawa Timur dan salah satu dari 10 Bakal Lokasi Pertandingan yang diajukan oleh PSSI ke FIFA, untuk nantinya hanya akan ada 6 Stadion saja yang akan ditetapkan sebagai venue digelarnya Piala Dunia U-20 Tahun 2021 mendatang.

Stadion yang dibangun diera Walikota Bambang DH itu, akan bertarung ketat dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor dan Stadion Manahan di Solo.

Berikutnya, Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar Bali, Stadion Mandala Krida di Yogyakarta, Stadion Jakabaring di Palembang, Stadion Wibawa Mukti di Cikarang Timur, Stadion Candrabhaga di Bekasi, serta Stadion Si Jalak Harupat di Bandung.

Namun sebaliknya yang terjadi, Seakan tanpa dikomando, Reaksi dari Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Surabaya, Edi Santoso, Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara dan Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi, yang dengan kompak menyatakan, bahwa tidak benar bila ada bau sampah di GBT. Bahkan, dengan Sikap Arogan mengingatkan Pemprov Jatim agar tak ikut campur dalam Upaya pemkot Surabaya mempersiapkan Stadion terbesar di Jatim itu, menyambut Tim Pendahulu dari FIFA.

Tak hanya berhenti disitu, Gubernur Jatim asli arek wonocolo surabaya ini, dihujani hujatan “tak sopan” Oleh akun-akun bonek mania di dunia maya. Karena, disamping menyebut “bau sampah” juga (Gubernur Khofifah) dianggap melecehkan mereka dengan diajukannya Stadion Kanjuruhan, Malang, basecamp aremania Arema itu, yang merupakan seteru abadi bonek persebaya sebagai satu dari lima stadion termasuk GBT kepada Kemenpora RI itu.

Hasil Pantauan dari Tim Media potretjatimdaily.com, yang mencoba mengumpulkan informasi dari narasumber lainnya, antara lain supporter Bonek, Warga sekitar Lokasi GBT dan pernyataan dari Instansi terkait soal adanya bau sampah di GBT Surabaya.

Testimoni pertama, didapat dari Yusuf, bonek keluruhan ujung kecamatan Semampir, yang sempat menyaksikan laga antara Persebaya Surabaya lawan PSS Sleman kemarin, yang membenarkan pernyataan Gubernur Khofifah, bahwa ada bau sampah di GBT, sontak “membungkam” suara Arogansi para bawahan Walikota Risma.

Kedua, diperoleh dari suara warga benowo, Hamedi, yang membenarkan statement Gubernur Khofifah. Bahkan, Pria yang telah bertempat tinggal di sekitar GBT lebih dari 40 tahun itu, berani menantang serta bersama warga sekitar akan siap mendampingi pihak-pihak yang menganggap ucapan (Gubernur Khofifah) soal bau sampah adalah “Hoax”, Sabtu (02/11/2019).

Ketiga, Berasal dari suara kaum akademisi, yaitu Dosen Fisip Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusnan, yang berharap Memaknai pernyataan Gubernur Khofifah sebagai bentuk rasa prihatin dan rasa sayang (Gubernur) terhadap pengelolaan Kota Surabaya, termasuk warga Surabaya dan Supporter Surabaya, Bonek Mania serta pengelolaan sampah yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari GBT itu, Sabtu (03/11/2019)

Sementara itu, Inspeksi Mendadak yang dilakukan Oleh Menpora Zainuddin Amali, didampingi Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung, Kadispora Jatim, Supratomo dan beberapa awak media dalam rangkah meninjau kesiapan GBT sebagai salah satu kandidat venue Piala Dunis U-20, Minggu (03/11/2019) sore itu, mungkin dianggap sebagai kunjungan “Tamu tak diundang” oleh Pemkot Surabaya, sehingga tak perlu diijinkan masuk bagi rombongan salah satu “pembantu Presiden Jokowi” dalam Kabinet Indonesia Maju tersebut.

Yang lebih mengejutkan lagi, walau tak bisa masuk ke dalam arena GBT, Zainuddin dan rombongan ternyata juga mencium aroma bau sampah yang kemungkinan besar bersumber dari Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Benowo. Dan ini dianggap Oleh penulis sebagai pernyataan keempat yang berhasil dihimpun dari Instansi dan pihak-pihak berkompeten

Walaupun begitu, Zainuddin berharap, hal itu bisa di selesaikan dengan duduk bersama antara pemkot Surabaya, Pemprov Jatim, PSSI dan Kemenpora RI, agar GBT sesuai standar FIFA sebagai venue resmi event lima tahunan ini.

Terpisah, Pemprov Jatim melalui Kepala Biro Humas dan Protokolnya, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa Ibu Gubernur sangat berharap Jatim bisa dipilih menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20, karenanya beberapa alternatif tengah dipersiapkan. Dan pernyataan soal bau sampah di GBT itu, tidak disalahpahami dan ditanggapi negatif. Kita (harus) berbicara skala nasional, bukan daerah per daerah, tidak ada Surabaya, tidak ada Malang, yang ada Jawa Timur dan Indonesia, Sabtu (02/11/2019).

Sekarang, semakin Jelaslah bagi kita, bahwa benar ada bau sampah di GBT yang diucapkan oleh Gubernur Khofifah sebagai perwujudan dari rasa sayang dan cinta kepada Pemkot Surabaya serta warga Kota. Dengan harapan dapat memotivasi (Surabaya) untuk segera berbenah agar (GBT) lolos sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20 FIFA World Cup 2021 mendatang. Dan Beliau mengharapkan, Agar Kita sebagai bagian dari masyarakat Jawa Timur, untuk buang jauh-jauh benih-benih permusuhan dan jalin tali silaturahmi antar masyarakat sehingga terwujud Jatim Harmoni.

Dan Tak ada istilah “perang dingin” sehingga tak bijak bila kita “memposisikan” dengan saling berhadap-hadapan antara Gubernur Khofifah dengan Walikota Surabaya, karena beliau berdua adalah srikandi-srikandi bangsa, pioner bagi kaum hawa, sosok (pemimpin) yang wajib dihormati, yang akan indah pada masa dan tempatnya, dimana Tri Rismaharini sebagai Walikota perempuan pertama Surabaya dan Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur perempuan pertama Jawa Timur.

Kepada Pemkot Surabaya, sebagai Warga Kota kita berharap, agar (Pemerintah Kota) lebih mengutamakan kepentingan Umum diatas kepentingan pribadi atau golongan, untuk duduk bersama mengakui Bau Sampah di GBT, dan lebih menghargai dengan meningkatkan sinergitas lembaga eksekutif lain serta seluruh stackholder yang ada agar Stadion GBT dapat terpilih sebagai salah satu venue U-20 FIFA World Cup 2021 mendatang. (ARB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed