Ketika langkah “Manuver Baru” itu, harus terhenti oleh “Strategi Konvensional” Pemenangan Pilwali Surabaya 2020

 15 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY
SENIN (28/10/2019) | 05.30 WIB

Strategi merubah “Komposisi” dengan mencoba “mengotak-atik” Penempatan Kader terbaik PDI P Kota Surabaya, sedang diterapkan.

Diawali dengan “tak menggubris” suara dari 31 PAC nya, yang secara aklamasi mengusulkan ke DPP hanya satu nama ketua DPC Surabaya, yang juga Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, sebagai satu-satunya Cawali Surabaya 2020 mendatang. Bukan hanya itu, DPP bahkan melakukan perombakan Total pada Pengurus DPC PDI P Surabaya dan “Memerintahkan” WSB untuk menempati posisi barunya, sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI P Jawa Timur.

Keputusan itu, diambil diwaktu yang hampir secara bersamaan dengan menugaskan, Adi Sutarwiyono, sebagai Ketua, Baktiono, sebagai sekretaris dan Tata Sasmita, sebagai Bendahara DPC PDI P Kota Surabaya masa bhakti 2019-2024.

Tak hanya berhenti disitu saja, Secara mengejutkan melalui Rakernas PDI P ke-5 di bali, Walikota Risma, sebagai petugas partai ditempatkan baru sebagai Ketua Bidang Kebudayaan DPP PDI P, sementara Posisi Bambang DH sebagai Ketua Bappilu DPP “Diganti” oleh Bambang Pacul, Kader internal DPD PDI P Jateng itu.

Strategi pengalihan perhatian pun, semakin mantab dilanjutkan, dengan Dibukanya proses penjaringan bakal calon, tak tanggung-tanggung, selain melalui pintu DPC, DPD dan DPP, Proses Audisi itu juga dibuka untuk umum, baik dari kader genuine partai, maupun Tokoh diluar PDI P.

Sebagai kader partai, yang harus tegak lurus, tunduk dan patuh kepada putusan DPP, maka tanpa di komando, 3 faksi yang ada memilih 3 jalur yang berbeda pula. dimana Faksi Bambang DH memilih jalur DPC Surabaya, Faksi WSB, memilih jalur DPD Jatim dan Faksi Risma lebih memilih Jalur DPP untuk mendaftarkan Cawali pilihannya.

Stategi ini dipaksa “berhenti” dengan masih dikedepankannya “Pola Lama” yaitu Menunggu keputusan yang bernama “Rekomendasi” hasil dari pertimbangan menggunakan dasar Hak prerogratif sang ketum, yang akan diterbitkan dengan tetap mengikuti tradisi menjelang “injury time” batas akhir pendaftaran calon yang telah ditetapkan oleh KPU.

Disinilah, Strategi Lama yang diperbaharui itu terhenti.Hari ini, semua petugas partai tiarap untuk menunggu aba-aba perintah selanjutnya, Para Kandidat Bakal calonpun berada pada posisi “Harap-Harap Cemas” menanti turunnya rekomendasi, begitupun Kandidat Calon dan Partai Non PDI P lebih memilih “wait & see” menunggu penuh pertanyaan soal siapa pasangan calon yang dipilih untuk diusung PDI P.

Sebenarnya, Kondisi Kebuntuhan / mati langkahnya Strategi seperti ini, sangatlah mudah untuk diprediksi. Ada beberapa hal yang memungkinkan “Strategi Konvensional” dari Jajaran teras DPP Partai besutan Megawati Soekarno putri ini, bisa sangat mudah untuk dibaca, antara lain :
1. Minimnya Stock Cawali-Cawawali Surabaya 2020 dari kader “genuine” partai yang potensial dan berpeluang besar meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Walikota Risma. Tercatat, Ada beberapa nama lama dari kader partai, seperti Whisnu Sakti Buana, Dyah Katarina, Puti Guntur Soekarno dan Ir. Armudji yang berhasil terekam dalam bursa cawali-cawawali Surabaya 2020.

2. Gagalnya proses regenerasi diantara para Kader Partai sendiri, yang berujung terjadinya disharmoni antara Walikota Risma dengan Wakil Walikota Whisnu Sakti Buana. Perbedaan cara pandang terkait “Siapa Calon ideal” penerus tahta itu semakin jelas terlihat dengan bersikerasnya WSB yang “mengklaim” didukung 31 PAC untuk maju mencalonkan diri sebagai satu-satunya Cawali ideal menggantikan Walikota Risma. Sebaliknya, seakan tak mau kalah, Walikota kelahiran Kab. Kediri itupun lebih memilih Kepala Bappeko Surabaya sekaligus merangkap Plt. Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, Eri Cahyadi & Sekretaris Kota Surabaya, Hendro Gunawan untuk diikutkan proses penjaringan Cawali melalui Jalur DPP PDI Perjuangan.

3. Tetap digunakannya, cara lama, baik Subyek, Obyek, Cara, Komposisi Ideal Pasangan dan Waktu penerbitan Rekomendasi pasangan Cawali-Cawawali Surabaya 2020 yang nantinya akan diusung oleh Partai berlambang banteng moncong putih ini.

Bagaimana menurut pendapat anda, Warga “pemilih Cerdas” Kota Surabaya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *