KH Masjkur Hasjim Berpulang, Ini Karakter Beliau Yang Selalu Dikenang

 4 views

Gubernur Jatim, Khofifah dan Wagub Jatim, Emil Dardak saat prosesi pemakaman KH. Masjkur Hasjim, Kamis (02/04/2020)

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (03/04/2020) | PUKUL 14.47 WIB

“Beliau sangat sabar, ikhlas alias legowo, pemaaf tidak mudah dendam, dan gak iso’an alias gak tegaan. Bahkan hampir sepanjang hidup, beliau tidak pernah marah”

Semua sifat itu dijelaskan oleh putri bungsu dari KH Masykur Hasyim, Kakak ipar dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Bahkan para ulama dan tokoh yang hadir, seperti KH Ali Badri Zain, Prof Ridlwan Nasir, dan Habib Idrus Al Jufri membenarkan hal tersebut.

Suami dari Hj. Aisyah, kakak tertua Khofifah, dikenal memiliki jiwa sosial dan organisasi yang sangat tinggi. Bahkan diakui oleh Ketua PP Muslimat, bahwa mantan Komandan Banser Jatim tersebut merupakan guru berorganisasi dan bermasyarakat. Seperti diketahui, KH Masykur meninggal dunia pada 2 April 2020 di kediamannya, yaitu Jemurwonosari Surabaya.

Putri bungsunya, Lia Istifhama menjelaskan beberapa firasat.

“Paman saya, H. Bashori, bermimpi gigi ada yang copot. Dan ternyata mimpi sama juga dialami yang lain. Kalau saya, lihatnya ayah saya ini ingin selalu dekat dengan cucunya, dikit-dikit manggil kedua anak saya, yang ngajak makan atau apalah. Terus, kadang suka melamun, seperti ada yang dipikir, tapi kita selalu bilang: ‘mikir apa Yah, semua urusan gampang bisa diselesaikan, wes ayah santai aja’. Malam sebelum meninggal, waktu anak saya makan, cuma dilihat, diajak makan tidak mau. Padahal biasanya suka makan bareng sambil guyon. Terus, di rumah kan lagi nambah teras lantai dua. Ayah ingin penyangga cor, yaitu kayu dek, dua hari dilepas, padahal kan tidak mungkin karena harus 10 harian. Jadi mungkin firasat akan banyak tamu, jadi kuatir tempat tidak cukup karena kayu dek itu. Selain itu, gampang gelisah kalau ada tamu, karena biasanya ayah saya suka nemuin tamu di ruang tamu. Tapi karena local distancing, semua tamu kan gak harus harus ditemui beliau kalau itu tamu saya. Nah, beliau kayak merasa gak enak, sampai saya bilang: ‘Relawan kesini cuma ambil sesuatu dan gak usah salaman gakpapa. Sudah paham mereka. Aman wes, ayah gak usah bingung mikirin”, pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *