Kompak Gresik Gelar Demo Kasus Sekda, Bupati Dan Wabup “Kompak” Melarikan Diri

 35 views

 

KAB.GRESIK-POTRETJATIMDAILY.COM
RABU (15/01/2020) | PUKUL 12.49 WIB

Kemarin, Selasa (14/01/2020) siang, Ratusan massa gabungan LSM se kabupaten gresik yang mengatasnamakan diri sebagai Komite Masyarat Pejuang Anti Korupsi (Kompak) selain di depan gedung DPRD Gresik, Mereka juga menggelar aksi demo di Kantor Bupati Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Gresik.

Sama halnya seperti saat di depan gedung DPRD, Aliansi Kompak Gresik Di kantor bupatipun, mereka tetap mendesak Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya dinonaktifkan dari jabatannya, karena sedang tersangkut kasus korupsi di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Serta, agar diusut tuntas kasus korupsi di Dinkes dan OTT Inspektorat itu.

Hasil Pantauan Potretjatimdaily.com, Ada tiga tuntutan yang di suarakan oleh Aliansi Kompak kepada DPRD kabupaten Gresik itu, antara lain PERTAMA, Meminta DPRD memanggil dan meminta Bupati untuk segera menon aktifkan sekda, KEDUA, Meminta DPRD membentuk Pansus Anti Korupsi guna mengawal dan mengusut tuntas permasalahan-permasalahan Korupsi di Kabupaten Gresik dan KETIGA, Meminta DPRD Bersama Aliansi Kompak, Menggelar Hearing publik dengan menghadirkan unsur yudikatif, eksekutif, legislatif dan Stakeholder penggiat anti korupsi.

Akan tetapi, seperti yang diperkirakan sebelumnya bahwa saat demo di kantor Pemkab ini, Bupati Sambari Halim Radianto ataupun Wabup Moh. Qosim tak akan berada ditempat. Dan Massa hanya ditemui oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) lantaran bupati dan wabup sedang ada kegiatan dinas luar kantor.

Menganggap Tak ada i’tikad baik dari pihak Pemerintah kabupaten gresik dengan tidak ada satupun pejabat teras yang berani menemui mereka, para pendemo sepakat untuk membubarkan diri.

“Kami kecewa dengan bupati dan wabup yang tak mau menemui kami. Kami akan kembali demo ke Pemkab Gresik dengan mengusung tema sama,” ancam anggota LSM Genpatra Jhon Oi, mendampingi Koordiantor Ali Candi.

“Padahal, saat Kompak Gresik demo di DPRD, Kami ditemui langsung oleh Ketua DPRD Fandi Akhmad Yani yang harus meninggalkan tugas kedinasan di Kementerian Kesehatan RI,” tambahnya.

Untuk itu, tambah Jhon Oi, Kompak Gresik sepakat akan kembali menggelar aksi serupa di Pemkab Gresik hingga tuntutan dipenuhi. “Kami akan kembali melakukan rapat koordinasi untuk persiapan demo lanjutan dengan massa lebih besar,” ancamnya.

Sementara itu, Anggota Genpatra lainnya, Anja Isu menyatakan bahwa aksi demo seperti ini tak akan pernah berhenti sampai disini. Kompak Tidak hanya unjuk rasa di DPRD dan Pemkab Gresik saja. Namun, pihaknya juga akan menggelar aksi demo serupa dengan mendatangkan massa yang lebih besar lagi di PN Tipikor Surabaya dan Jakarta.

“Bahkan, Kami akan agendakan untuk demo di KPK, Kejagung dan MA,” pungkasnya.

Kasus korupsi yang terjadi di Pemerintah Kabupaten gresik yang melibatkan Sekda Andhy Hendro Wijaya ini, semakin menambah panjang saja daftar kasus korupsi yang menyeret kepala daerah di Jatim ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dalam kurun 2 tahun terakhir ada 14 kepala daerah yang terjaring korupsi di Jatim antara lain, Almarhum Fuad Amin (Bupati Bangkalan), Achmad Syafii (Bupati Pamekasan), Bambang Irianto (Wali Kota Madiun), Taufiqurrahman (Bupati Nganjuk), Eddi Rumpoko (Wali Kota Batu), Mas’ud Yunus (Wali Kota Mojokerto), Mustafa Kamal Pasha (Bupati Mojokerto), Nyono Suharli (Bupati Jombang), Mochammad Anton (Wali Kota Malang), Muhammad Samanhudi Anwar (Wali Kota Blitar), Syahri Mulyo (Bupati Tulungagung), Setiyono (Wali Kota Pasuruan), Rendra Kresna (Bupati Malang) dan Saiful Ilah (Bupati Sidoarjo). (Jhon Oi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *