KONVENSI CAPRES NU 2024, Pengasuh Ponpes : Khofifah Indar Parawansa Kandidat terkuat NU di Bursa Pilpres

 274 views


KH. Imam Jazuli, Lc., MA. ( Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon )

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
RABU (10/06/2021) | PUKUL 16.08 WIB

Khofifah Indar Parawansa, Kandidat Terkuat NU di Bursa Pemilihan Presiden 2024

Ditulis Oleh KH. Imam Jazuli, Lc., MA. ( Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon )

POLITIK – Tiga tahun menjelang Pemilu, banyak pengamat yang mengusung beberapa tokoh ideal pada bursa pemilihan Presiden dan wakil Presisen 2024, diantara nama itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah punya kans besar untuk mengambil tampuk kepemimpinan Nasional, baik itu presiden atau wakil presiden. Peluang itu ada, karena Khofifah merupakan sosok yang bisa merepresentasikan figur perempuan dan Nahdlatul Ulama (NU).

Secara matematika, Khofifah adalah Ketua Umum Muslimat NU yang memiliki anggota sekitar 32 juta, ini kekuatan angka di atas kertas yang terbukti, dan tidak bisa diremehkan oleh siapapun.

Sementara sebagai salah satu tokoh Nahdiyyin, ia sudah malang-melintang di pentas nasional, menjadi ketua umun PB PMII, menjadi anggota DPR dari PPP, selain pernah menjadi Menteri Sosial pada Kabinet Jokowi, juga pernah menjadi menteri Negara Pemberdayaan Perempuan di era Gus Dur, jadi figurnya bisa diterima semua kalangan Nahdliyin, plus kepercayaan keluarga Gus Dur dan Jokowi. Ini adalah model sosial yang sangat krusial.

Tak berlebihan, jika warga Nahdiyyin banyak yang mengidolakannya. Karena, dalam segi kapasitas dan elektabilitas Khofifah jauh lebih unggul dibanding figur-figur Nahdliyin lain, seperti Cak Imin, Gus Yaqut, maupun Mahfudz MD, maka partai manapun nantinya yang mampu menggandeng Khofifah akan sangat diuntungkan.

Hal lain yang patut disorot adalah, ia juga terbukti bisa menjadi Gubernur tanpa terlebih dulu menjadi kader partai, bahkan hebatnya lagi ia menjadi Gubernur Jawa Timur tanpa dukungan PDIP dan PKB yang punya basis suara kuat disana. Maka wajar pertemuannya dengan sejumlah tokoh, selalu ditafsirkan publik sebagai persiapan menuju 2024.

Terakhir, Khofifah sudah beberapa kali bertemu Gubernur provinsi lain, seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Bahkan, Ridwan Kamil sudah dua kali bertemu dalam kurun waktu sebulan, yang pertama di Kota Bandung dan pertemuan kedua di Kota Surabaya akhir pekan lalu.

Pendekatan Gubernur lain ke Khofifah itu adalah langkah yang strategis, sebab dalam sejumlah survei yang dilakukan pada 2021 ini, nama Khofifah bahkan selalu masuk 10 besar. Misalnya rilis dari Indikator Politik Indonesia bulan Mei lalu, nama Khofifah berada dalam deretan Capres potensial, Khofifah mengantongi suara paling tinggi diantara figur Nahdliyin lain, bersama figur-figur lain di luar Nahdliyimpun ia masih masuk 10 besar.

Metode survei yang digunakan simple random sampling sebanyak 206.983 responden yang terdistribusi secara acak. Toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei digelar pada 4-10 Maret. Total survei sampel yang berhasil diwawancara sebanyak 1.200 responden warga negara Indonesia berusia 17-21.

Sementara dalam survei calon presiden (capres) yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 22 Februari 2021, muncul sejumlah sosok perempuan. Berdasarkan data survei, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa unggul atas Ketua DPR RI Puan Maharani.

Dalam Simulasi Semi Terbuka, memang muncul sejumlah nama perempuan yakni Mensos Tri Trismaharini, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Puan Maharani, dan Ketua Umum PSI Grace Natalie, tetapi Khofifah kokoh di puncak.

Lain halnya dengan Survei KedaiKOPI terbaru terhadap peluang Kepala daerah dari Indonesia. Khofifah bersaing ketat dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Survei ini diselenggarakan oleh Lembaga Survei KedaiKOPI dengan menggunakan metode face to face interview kepada 1215 responden yang berada di 34 provinsi. Jika dua nama ini diduetkan (Anies-Khofifah) maka tak terkejar oleh pasangan manapun.

Survei itu dilaksanakan pada 10 – 19 April 2021 lalu dengan Margin of Error ± 2.81% pada interval kepercayaan 95.0%. Responden ketika ditanya misi/program kerja yang menjadi pertimbangan (pertanyaan terbuka), mayoritas responden mendasarkan pada program meningkatkan ekonomi, kesejahteraan rakyat. Angkanya cukup tinggi, mencapai 41,5 persen, dan ini. menjadi alasan kenapa orang makin mecintai Khofifah.

Alasan lain, tentu Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang mengalami rebound dari sisi ekonomi pada masa Pandemi. Kondisi ekonomi Nasional dan Jawa Timur mulai menunjukkan pemulihan. Ekonomi Nasional dan Jawa Timur memang masih terkontraksi di triwulan pertama 2021 (-0,74% dan -0,44%).

Sekalipun demikian, angka ini meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang mencapai -2,07% untuk Nasional dan -2,39% untuk Jawa Timur.

Selain dari sisi ekonomi, terkait karakter yang disukai responden, ada tiga karakter tertinggi yang disukai responden. Yakni tegas (34,7 persen), jujur (18,4 persen), dan merakyat, sederhana, dan berjiwa sosial (12,7 persen). Tentu ini semua modal besar buat Khofifah Capres 2024.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, Guna mendengar aspirasi kaum nahdliyin di seluruh Nusantara, dan memastikan berjalannya demokrasi di tubuh PB NU.

Dan bagian dari proses kaderisasi dalam suksesi kepemimpinan, menyiapkan ‘ulil amri’ penerus Wapres KH. Ma’ruf Amin.

Meski, sesuai AD/ART dan Khittahnya Organisasi NU tidak berpolitik praktis.

Prosesi acara bertajuk “Konvensi Capres NU 2024” itu, sepakat serentak digelar

Tercatat, ada enam belas kandidat calon, dari gender, dan kalangan yang berbeda.

Berdasarkan gender, ada tiga kandidat perempuan, dan sisanya kaum adam NU.

Diantaranya, Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), Yenny Wachid (Komsaris Garuda Indonesia), dan Ida Fauziyah (Menteri Ketenagaakerjaan)

Sedangkan, untuk 13 kandidat laki-laki

Dua kandidat dari kalangan menteri diera Presiden Jokowi, yaitu : M. Mahfud M.D (Menkopol hukum dan HAM), dan Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama).

Tiga peserta Dari jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sendiri, diantaranya ada Said Aqil Siradj (Ketua Umum), As’ad Ali (Wakil Ketua), dan Yahya Cholil Staqut (Katib Aam Nahdlatul Ulama).

Lima politisi juga legislator, antara lain Muhaimin Iskandar (Wakil Ketua DPR RI), Endin A.J. Soefihara (Ketua Fraksi PPP DPR RI), Andi Jamaro Dulung (Anggota Komisi VII DPR RI), Akhmad Muqowam (Mantan Anggota DPR RI periode 1999-2004, 2004-2009 dan 2009-2014), dan Johansyah (Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2019-2024).

Berikutnya, ada nama Mantan anggota BPK RI periode 2009-2014, Ali Masykur Musa, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar, dan Hakim Konstitusi MK RI, Wahiduddin Adams.

Sementara itu, selain peserta, sebagai panelis konvensi Capres NU 2024 ini, dibentuklah Tim Sembilan yang diketuai oleh Mabroer MS (Ketua Komisi Infokom Majelis Ulama Indonesia)

Dengan, dibantu sebanyak 8 Anggota :
Amsar A. Dulmanan, S.Sos. M.Si (Dosen tetap Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta) ; Eko Cahyono (Senior Researcher and Trainer at Sajogyo Institute (SAINS)) ; Uchok S. Khadafi (Direktur Center for Budget Analysis (CBA)) ; dan R. Kurnia Permana Kusumah (Pengamat Politik) ;

Selanjutnya, Imam Buchori (Universitas Diponegoro) ; Muchlas Syarkun (Penulis) ; Ridwan Balia (Koordinator Komunitas NU Kultural) ; dan Warida Ahmad (Penulis). (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *