Krisis Air, Lumajang Tingkatkan Aktivitas Giat Tanam Pohon

 109 views

LUMAJANG – POTRETJATIMDAILY.COM
SENIN (12/04/2021) | PUKUL 21.08 WIB

Berawal dari keluhan masyarakat Lumajang bagian utara yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, Ratna Dewi Ketua Perempuan Tani HKTI Lumajang menggandeng Perhutani BKPH Klakah, Perempuan Tani HKTI Jatim, dan Asosiasi Kepala Tenaga Administrasi Sekolah (AKTAS) Jatim yang kebetulan melakukan kunjungan ke Kabupaten Lumajang untuk melakukan tanam dan rawat pohon yang ada di lokasi Ranu Klakah. Tujuannya agar debit air tiap tahunnya tidak menurun yang mengakibatkan kelangkaan air di daerah tersebut.

“Meski Pemkab bersama PDAM juga melalui swadaya masyarakat sudah berupaya mengatasi masalah ini akan tetapi perlu dipikirkan kedepan kelangsungan sumber air untuk generasi yang akan datang”, kata Aries, selaku Asper BKPH Klakah.

Senada dengannya, Erwan Ketua Aktas Jatim juga menyampaikan pentingnya kelangsungan air untuk kehidupan.

“Kita harus memikirkan kelangsungan kehidupan untuk generasi mendatang yaitu air sebagai sumber utama kehidupan. Dan sebagai Tenaga Pendidik dan Kependidikan kita wajib memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan mengajak anak didik sebagai generasi penerus untuk merawat Hutan”.

Sedangkan Ketua Perempuan Tani HKTI Jatim, Dr. Lia Istifhama, M. E. I menegaskan pentingnya peran semua pihak untuk menjaga ekosistem alam.

“Siapapun bisa memiliki peran menjaga ekosistem alam dan menjaga kelangsungan hutan sebagai bentuk kelangsungan kehidupan yang sehat untuk generasi mendatang. Kita bisa memulai dengan cara sederhana sesuai kapasitas masing-masing. Kalau kita yang dewasa enggan menjaga hutan dan tidak memiliki kepedulian, maka bagaimana anak cucu bisa memiliki kesadaran pentingnya hutan dan alam?”, jelasnya.

Tak lupa, Ratna Dewi selaku Ketua Perempuan Tani HKTI Lumajang menyampaikan bahwa momen tanam pohon ini multi fungsi, yaitu promosi destinasi wisata Ranu Klakah, edukasi pentingnya penanaman pohon, dan bertepatan menyambut momen Hari Bumi 22 April. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *