Layak diperhitungan dalam Pilwali, NING LIA : Bismillah, Gusti Allah sing Ngatur

 34 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (11/01/2020) | PUKUL 21.18 WIB

Memasuki Tahun 2020, Pilwali Surabaya semakin menjadi isu yang menarik diperbincangkan.

Setelah bermunculan berbagai calon suksesor Tri Rismaharini, wacana yang berkembang pun semakin mengerucut pada siapa yang layak menjadi walikota ataupun wakil walikota untuk Surabaya mendatang.

Berbagai nama kandidat yang mulai muncul pada tahun 2019 lalu itu, harus diakui semakin banyak yang mulai meredup di awal Tahun 2020 ini.

Dan fokus masyarakat yang penasaran tentang siapa yang bakal ditetapkan sebagai KPU untuk maju dalam Pilwali September mendatang, tak lagi pada banyak kandidat, melainkan pada kandidat-kandidat yang dirasa memiliki basis massa kuat serta kans besar untuk meraih rekomendasi dari partai pengusung.

Diantara yang semakin diperhitungkan dalam Pilwali Surabaya kali ini adalah Lia Istifhama, Aktivis millenial yang lekat dengan basis Nahdliyyin sebagai modal menjadi keturunan tokoh NU, yaitu putri KH Masykur Hasyim, tak surut menunjukkan “modal”nya untuk maju Pilwali.

Pencetus nawa tirta yang telah dideklarasikan oleh 38 relawan ini, disebut-sebut, bahkan paling layak untuk menjadi pendamping cawali yang dimungkinkan meraih rekom partai pengusung, yaitu Machfud Arifin dan Wisnu sakti buana.

Pasca komentar ketua DPW PPP, H Musyafak Noer yang menilai pasangan Machfud dan Ning Lia layak maju dan meraih kemenangan, kini justru semakin bermunculan ide untuk mengusung Wawali incumbent, yaitu Wisnu sakti buana dengan Lia.

Bahkan, Wiisnu Ning Lia ramai disebut di sosial media dan viral kaos bergambar serta bertuliskan “Wis-Lia”, sebagai bentuk suara grass root yang mengidamkan pasangan tersebut untuk maju dalam Pilwali Surabaya.

Lia sendiri, ketika dikonfirm perihal kans nya yang cukup kuat untuk mengambil bagian dalam Pilwali mendatang, menyikapi isu tersebut dengan santai.

“Bismillah, Gusti Allah yang ngatur. Semua sifatnya Kun fayakun. Setiap manusia berhak memiliki doa yang baik, namun yang penting, kans Pilwali tidak kemudian menjadikan orang dengan gamblang mencari jabatan”, tegasnya.

Ketua Perempuan Tani HKTI Jatim ini, menambahkan, “Bagi saya sendiri, menilai ini semua proses, bukan jalan meraih jabatan semata. Siapa yang kemudian berhak maju dalam Pilwali dan meraih kemenangan, maka semoga mereka itu, baik walikota maupun wakil walikota, merupakan sosok yang ingin menata surabaya. Surabaya sudah sangat baik, sangat apik, namun tetap lah, sebagai warga asli Suroboyo, pasti ingin yang apik Iki, tambah apik”, tandasnya.

Lia berharap, “Siapapun (nantinya) yang kemudian gagal mendapat rekom, ya harus legowo karena semua berada pada kekuasaan Allah SWT. Politik bukan ajang mencaci maki atau pembunuhan karakter. Saya yakin , wong Suroboyo asli sangat bijak memandang proses penjaringan kandidat dalam Pilwali”, ungkapnya.

“Yang cinta pada Surabaya pasti mendoakan yang baik untuk Surabaya ke depan”, ujarnya yang dihubungi awak media Potretjatimdaily.com, melalui telpon selulernya, Sabtu (11/01/2020) malam. (Spr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *